MANGGARAI TIMUR, KBKNEWS.id — Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan ditunjukkan secara nyata oleh warga pengungsi yang menempati Posko Mandiri di Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (1/9/2026). Di tengah keterbatasan hidup di lokasi pengungsian, warga berinisiatif menggelar aksi gotong royong massal guna menjaga area sekitar tetap bersih, rapi, dan sehat.
Aksi bersih-bersih ini diinisiasi secara swadaya atas kesadaran bersama bahwa menjaga sanitasi lingkungan pengungsian merupakan kunci utama dalam mencegah berbagai potensi penyakit. Tanpa menunggu bantuan pihak luar, warga sepakat meluangkan waktu bersama-sama untuk membenahi dan merapikan seluruh sudut posko tempat mereka bernaung.
Kegiatan tersebut melibatkan hampir seluruh lapisan masyarakat yang berada di lokasi, mulai dari kalangan orang tua, pemuda, hingga anak-anak. Semangat kerja sama terlihat jelas ketika setiap individu mengambil peran masing-masing, membersihkan sampah plastik, mencabut rumput liar, hingga merapikan area sekitar tenda-tenda pengungsian.
Pemandangan menarik sekaligus menginspirasi tampak dari antusiasme anak-anak pengungsi yang turut ambil bagian secara aktif. Dengan wajah ceria dan penuh semangat, mereka beramai-ramai mengumpulkan sampah botol serta bungkus plastik di sekitar lapangan dan memasukkannya ke dalam kantong plastik hitam besar.
Bagi anak-anak tersebut, keterlibatan dalam aksi gotong royong ini tidak hanya sekadar membantu orang tua, melainkan juga menjadi media edukasi praktis mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Kebiasaan menjaga kebersihan yang ditanamkan sejak dini diharapkan dapat terus membekas meski mereka berada dalam situasi serba terbatas.
Sementara anak-anak fokus pada pembersihan sampah ringan, kalangan dewasa dan pemuda bahu-membahu membersihkan sampah berat serta material sisa di sekitar posko. Menggunakan peralatan sederhana seperti sapu lidi, gerobak dorong, hingga bantuan truk terbuka, mereka mengangkut timbunan sampah dan ranting kering untuk dipindahkan ke titik pembuangan yang lebih aman.
Kesadaran kolektif yang ditunjukkan warga Posko Mandiri Desa Satar Kampas ini menjadi cerminan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi masa sulit. Kebersihan area posko diyakini mampu menciptakan rasa nyaman serta meminimalkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti balita dan lansia.
Melalui aksi swadaya ini, warga membuktikan bahwa keterbatasan di pengungsian bukan penghalang untuk tetap hidup sehat dan harmonis. Kekompakan serta semangat gotong royong lintas generasi di Kecamatan Lamba Leda Utara tersebut diharapkan dapat terus terjaga dan menjadi contoh positif bagi penanganan sanitasi mandiri di wilayah lainnya.






