
JAKARTA – (KBKNEWS) – 3/9 – STROKE yang biasanya dikaitkan dengan orang lanjut usia, namun kini kasusnya terus meningkat di kalangan warga berusia 20-an, 30-an, dan 40-an akibat sejumlah faktor penyebab munculnya tren ini.
Dikutip dari laman Hindustan Times yang dilansir detik.com (3/9) , ahli bedah saraf di RS Lifeline, India, Dr Anoop Kumar Singh menjelaskan, alasan stroke kini terjadi di kalangan kawula muda.
Untuk itu Dr Singh menyoroti faktor risiko serta tanda-tanda peringatan yang tidak boleh diabaikan.
Kenapa Stroke Terjadi di Usia Muda?
Dr Singh mengakui adanya pergeseran profil usia pasien stroke. Menurutnya, secara historis, stroke hampir secara eksklusif terjadi pada orang yang lebih tua. Namun kini patokan tersebut telah bergeser.
“Didorong oleh transisi gaya hidup yang cepat dan realitas demografis, kami mendeteksi lonjakan stroke, serangan jantung, dan kondisi vaskular terkait yang belum pernah terjadi sebelumnya pada orang dewasa muda,” katanya.
Ia menghubungkan peningkatan ini dengan kombinasi berbagai faktor, seperti gaya hidup kurang gerak dan rutinitas kerja yang padat yang bisa berkontribusi pada hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan obesitas di usia muda.
Kebiasaan makan yang buruk, merokok, hingga konsumsi alkohol yang berlebihan bisa semakin meningkatkan risiko.
Selain itu, riwayat keluarga juga menjadi faktor risiko lainnya. Hipertensi, diabetes, atau gangguan pembekuan darah tertentu juga bisa membuat orang dengan usia muda lebih rentan terkena stroke.
“Risikonya meningkat secara signifikan. Jika orang tua memiliki riwayat hipertensi dini, diabetes, hiperlipidemia, atau trombofilia genetik (seperti defisiensi Protein C/S), keturunan akan membawa predisposisi yang jelas,” kata Dr Singh.
Bagi individu dengan riwayat keluarga yang kuat, skrining komprehensif tidak boleh menunggu hingga usia 35 tahun; evaluasi dasar harus dimulai antara usia 20 dan 25 tahun.
Aksi mitigasi dengan melakukan pemeriksaan lebih dini, menjaga pola makan dan rutin olah raga serta melakoni pola hidup sehat lainnya perlu dilakukan. (Hindustan Times/ detik.com.ns)




