JAKARTA, KBKNEWS.id – Seorang nelayan asal Pantai Carita, Banten, mengaku sempat berpapasan dengan speedboat yang diduga membawa rombongan lima jurnalis sebelum kapal tersebut hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Nelayan bernama Supri itu mengatakan pertemuan tersebut terjadi ketika dirinya sedang melaut mencari ikan. Ia melihat kapal rombongan jurnalis melintas di perairan, tetapi tidak mengetahui tujuan maupun arah perjalanan mereka setelah berpapasan.
“Ya, sempat sih ketemu pak. Cuman istilahnya kan lewat ya, cuman lewat aja dia [kapalnya]. Setelah itu kami tidak tahu arahnya [kapalnya] dia mau kemana,” ujar Supri saat diwawancarai koresponden CNN Indonesia TV, Rabu (9/9).
Menurut Supri, kondisi perairan ketika kapal tersebut melintas masih terlihat normal. Ia juga menyebut angin saat itu bergerak ke arah selatan atau menuju wilayah Lampung bagian timur.
Memasuki hari ketiga pencarian pada Kamis (10/9), tim SAR gabungan masih memusatkan operasi di wilayah laut. Sebanyak sembilan kapal dikerahkan untuk menyisir area pencarian, termasuk KN SAR Tetuka, KRI Leuser, KRI Lepu, KAL Anyer, RBB Peucang, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RIB 03 Lampung, dan KP Sanjaya.
Pencarian juga diperkuat sekitar 250 personel gabungan yang dibagi ke dalam lima titik operasi. Tiga kapal perang TNI AL turut dikerahkan untuk membantu memperluas penyisiran.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki meminta masyarakat dan nelayan segera melapor apabila menemukan benda mencurigakan atau benda yang terapung di laut. Informasi tersebut diharapkan dapat membantu petugas melakukan pengecekan dan mempercepat proses pencarian.
Rombongan lima jurnalis tersebut dilaporkan hilang kontak pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten menggunakan speedboat untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau yang tengah erupsi.
Kelima jurnalis tersebut yakni M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan pewarta lepas. Dalam kapal itu juga terdapat dua awak, Warta (55) dan Surakman (60), serta pemandu bernama Heriyanto (49).





