Lima Wartawan Masih Hilang Kontak di Selat Sunda  

Basarnas mengerahkan sejumlah kapal dan sebuah helikopter untuk memperluas pencarian lima wartawan, masing-masing sat awak dan nakhoda perahu motor dan seorang pemandu yang hilang kontak sejak Senin lalu (7/9) di Selat Sunda. (foto: RM.id)

JAKARTA – (KBKNEWS) – 10/9 – LIMA wartawan yang dilaporkan hilang kontak saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Senin (79) belum diketahui nasibnya sampai berita ini diturunkan, Kamis pukul 15.30.

Kabasarnas Banten Al Amrad menyebutkan, kelima wartawan plus masing-masing satu awak dan nakhoda kapal motor cepat Arupadhatu 1 serta pemandu bertolak dari Dermaga Pagedogan, Carita, Banten, Senin pukul 14.00 WIB.

Kelima wartawana yakni M. Bagus Khoirunnas (ANTARA Banten), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhis (i-News), Daus (Anadolu Agency) dan Donal (Freelance), Surakhman ( awak perahu motor ) Warta (nakhoda) dan seorang pemandu (Heriyanto).

“Senin, 7 September 2026 pada pukul 14.00 WIB, lima wartawan dari Banten bertolak dari dermaga Pagedongan, Carita untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau,” kata Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, dalam keterangannya, Selasa (8/9).

Salah seorang di antaranya, kata Amrad, sempat berkomunikasi dengan rekannya di Lampung sekitar pukul 14.42 WIB.

“Komunikasi terakhir Korban dengan rekannya di  Lampung bernama Abay bahwa dilakukan pada pukul 14.42 (7/9)), mengirim “share location”  pada pukul 15.04, lalu hilang kontak. Sampai berita ini dilaporkan, korban belum ditemukan,” katanya.

Informasi tersebut kemudian diperbarui oleh pihak Basarnas pukul 19.40 WIB yang menjelaskan bahwa wartawan yang hilang kontak berjumlah lima orang, dan tiga lainya masing masing- ABK dan nakhoda perahu motor dan pemandu.

Sejumlah barang milik lima waratwan yang hilang kontak di perairan Selat Sunda masih tertinggal di Hotel Pada Suka, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kab.Pandeglang, Banten, Kamis (10/9).

Barang-barang tersebut a.l sebuah mobil Mitsubishi Panther berwarna biru dengan nopol.  B 1772 WFM, dua tas berwarna kuning dan hitam, serta sejumlah barang lain di kamar yang sebelumnya ditempati rombongan.

Barang-barang itu ditinggalkan karena rombongan awalnya berencana kembali ke hotel setelah selesai melakukan peliputan Gunung Anak Krakatau.

Perluas area pencarian

Sementara itu, Polda Lampung dilaporkan memperluas upaya pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga orang kru kapal yang dilaporkan hilang kontak tersebut.

“Wilayah pencarian akan diperluas hingga mencakup sejumlah perairan yang berada dalam wilayah hukum Polda Lampung,” kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari dikonfirmasi dari Bandarlampung, Kamis (10/9).

Ia mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi apabila korban terbawa arus hingga memasuki perairan Lampung.

“Kami mengantisipasi kalau ada kemungkinan korban terbawa ke arah perairan Lampung. Mudah-mudahan dari upaya ini ada titik terang dan informasi mengenai keberadaan rekan-rekan kita tersebut,” katanya.

Polda Lampung menegaskan akan terus membantu proses pencarian bersama jajaran kepolisian dan tim SAR, agar segera menemukan titik terang dari keberadaan lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut.

“Kita tidak tahu, siapa tahu ada informasi atau kabar bahwa mereka ditemukan di laut. Mudah-mudahan merka selamat dan segera ditemukan,” ucapnya.

Sisir Pulau Sebesi dan Siapkan Helikopter
Setelah insiden kapal di perairan Banten itu, kata dia, Polda Lampung dan Tim SAR gabungan turun membantu melakukan pencarian dengan menyisir wilayah perairan yang masuk dalam hukum Polda Lampung.

“Sebelumnya personel Polair bersama Basarnas, personel DKO Mabes, serta Brimob Polda Lampung, telah diterjunkan untuk melakukan patroli di sekitar Pulau Sebesi dan sejumlah wilayah perairan Lampung,” katanya.

“Kemarin (9/9) ada dua tim yang kami turunkan. Tim pertama terdiri dari personel Polair, personel DKO Mabes dan Basarnas. Kemudian tim kedua terdiri dari enam anggota Polair dan lima anggota Brimob ikut menyisir perairan di wilayah Lampung dengan hasil belum ditemukan titik terang dari keberadaan mereka,” kata Yuni Iswandari.

Ia mengatakan Polda Lampung berencana kembali melakukan penyisiran menggunakan kapal. Selain itu pencarian melalui udara dengan helikopter juga disiapkan apabila kondisi cuaca memungkinkan.

“Insya Allah, kalau helikopter bisa terbang dan kondisi awan serta cuaca memungkinkan, kami akan melakukan patroli melalui udara,” katanya.

Ia menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tersebut. “Tentunya kami ikut prihatin dengan kejadian ini, mudah-mudahan rekan-rekan kita dapat ditemukan dengan kabar baik,” katanya.

Semoga mereka semua, baik kelima wartawan, kedua awak kapal dan pemandu ditemukan dalam keadan selamat. (detik.com/kompas.com/ANT/ns)

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here