113 Ribu Warga Terserang ISPA akibat Karhutla di Tujuh Provinsi

Sekitar 600 sekolah di negara bagian Serawak, Malaysia, ditutup sementara gegara kebakaran huta yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Indonesia. (ilustrasi detik.com)

JAKARTA, KBKNEWS.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 113.336 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang berkaitan dengan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 9 September 2026.

Kasus tersebut ditemukan di 63 kabupaten/kota yang tersebar pada tujuh provinsi.

Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan wilayah yang terdampak meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan.

Dari total kasus tersebut, sebanyak 26.545 kasus dialami anak usia di bawah lima tahun. Sementara itu, 86.791 kasus lainnya terjadi pada masyarakat berusia lebih dari lima tahun.

Menurut Widyawati, peningkatan gangguan pernapasan tersebut berkaitan dengan memburuknya kualitas udara akibat asap karhutla. Sejumlah wilayah bahkan mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dalam kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Kondisi udara berbahaya antara lain terpantau di wilayah Kotawaringin Timur hingga Murung Raya, Kalimantan Tengah. Sementara kategori sangat tidak sehat dilaporkan terjadi di Baning Kota, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, serta Kabupaten Tebo, Jambi.

Kemenkes mengingatkan masyarakat di daerah terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di tengah paparan asap. Masyarakat juga dianjurkan mencukupi kebutuhan cairan dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan seperti sesak napas.

Untuk menghadapi potensi peningkatan jumlah pasien, Kemenkes menyiagakan 1.691 puskesmas dan 360 rumah sakit rujukan di tujuh provinsi terdampak. Ribuan tenaga kesehatan juga dikerahkan, termasuk 18.457 dokter umum serta ratusan dokter spesialis paru, THT, mata, dan spesialis lainnya.

Dukungan penanganan turut diperkuat melalui 87 Laboratorium Kesehatan Masyarakat serta layanan kegawatdaruratan Public Safety Center (PSC) 119.

Selain tenaga kesehatan, pemerintah telah menyalurkan berbagai kebutuhan medis. Logistik yang didistribusikan mencakup 980.315 masker, 277 oxygen concentrator, 41.000 pasang sarung tangan, 36 tabung oksigen, 4.908 alat pelindung diri (APD), serta ratusan pelindung wajah dan air purifier.

Kemenkes meminta masyarakat tetap waspada terhadap dampak asap karhutla, terutama kelompok rentan seperti balita, lansia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here