BNPB Ungkap 94 Orang Meninggal di Pengungsian Usai Gempa NTT

JAKARTA, KBKNEWS.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 94 orang meninggal dunia di pengungsian setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Agustus 2026.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, angka tersebut merupakan korban meninggal secara tidak langsung yang tercatat di lokasi pengungsian. Sementara itu, korban yang meninggal secara langsung akibat gempa mencapai 48 orang.

“Saat ini kami menyampaikan bahwa korban yang meninggal secara langsung akibat gempa bumi itu 48 orang, tetapi secara tidak langsung yang ada di pengungsian ada 94 orang,” kata Berton dalam konferensi pers, Selasa (15/9/2026).

Dengan demikian, total korban jiwa akibat gempa NTT tercatat mencapai 142 orang. BNPB juga mencatat sebanyak 1.603 orang mengalami luka-luka.

Jumlah pengungsi terus menurun dibandingkan kondisi sebelumnya yang sempat mencapai lebih dari 150.000 orang. Hingga Selasa sore, BNPB mencatat masih ada 46.461 orang yang berada di pengungsian.

” Saat ini pengungsi sudah jauh menurun yang kemarin-kemarin sampai 150.000 lebih, sekarang hanya 46.461 jiwa,” ujar Berton.

Dampak gempa juga menyebabkan kerusakan pada 103.427 unit rumah. BNPB masih melakukan validasi dan verifikasi terhadap data kerusakan yang meliputi kategori rusak berat, sedang, dan ringan.

Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum turut mengalami kerusakan. BNPB mencatat 712 fasilitas pendidikan, 558 rumah ibadah, 157 fasilitas kesehatan, 685 kantor, 175 titik jalan, serta 50 fasilitas irigasi terdampak gempa.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here