
JAKARTA – (KBKNEWS) – 179 – TENTARA Amerika Serikat (AS) diminta mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan pertempuran di luar angkasa sekitar Bulan.
Pernyataan tersebut disampaikan Jenderal Dan Caine, Ketua Joint Chiefs of Staff, yang merupakan penasihat militer utama Presiden AS Donald Trump, dalam Konferensi Udara, Antariksa, dan Siber seperti dilaporkn the Guardin, Rabu (16/9).
Ia menyebut militer AS harus mulai beradaptasi menghadapi kemungkinan medan perang baru di luar angkasa.
Panglima Komando Satuan Tempur Angkasa Luar Letnan Jenderal Gregory Gagnon, mengatakan bahwa pasukan luar angkasa atau Space Force juga tengah mempersiapkan kemampuan untuk menghadapi kemungkinan pertempuran di luar angkasa dan sekitar Bulan.
Menurut Gagnon, persiapan tersebut dilakukan mengingat manusia terus bergerak semakin jauh ke luar angkasa. Dia mengatakan tugas Space Force adalah membantu memastikan AS siap mempertahankan kepentingannya.
Pernyataan mengenai kesiapan militer AS bertempur di wilayah antara orbit tinggi Bumi dan Bulan itu muncul beberapa hari setelah Menteri Angkatan Udara AS Troy Meink mengungkap bahwa AS telah mengerahkan senjata pengendali ruang angkasa di orbit.
Gagnon mengatakan komunitas intelijen AS telah mengingatkan bahwa negara-negara yang berpotensi menjadi lawan AS berupaya memperluas peperangan ke luar angkasa.
Dia menyebut China sebagai salah satu negara yang secara aktif melakukan aktivitas di berbagai bagian ruang angkasa.
China sendiri membentuk pasukan militer luar angkasanya pada 2024. Pasukan tersebut dibentuk untuk meningkatkan kemampuan negara itu dalam menangani krisis di luar angkasa.
Menanggapi pengumuman AS mengenai pengerahan senjata di luar angkasa, juru bicara Kemlu China Guo Jiakun mengatakan bahwa China selalu mendukung penggunaan luar angkasa secara damai.
China, kata Guo, mempertahankan keamanan luar angkasa serta menentang persenjataan, militerisasi, dan perlombaan senjata di luar angkasa. Guo juga mendesak AS menghentikan perluasan persiapan militernya di luar angkasa.
Terkait perjanjian internasional Belum jelas apakah pengerahan senjata di luar angkasa maupun kemungkinan rencana penggunaan senjata di sekitar Bulan akan bertentangan dengan perjanjian internasional yang membatasi militerisasi luar angkasa.
Outer Space Treaty 1967, yang ditandatangani AS dan China, menyatakan bahwa benda-benda langit seperti Bulan harus digunakan secara eksklusif untuk tujuan damai.
Perjanjian tersebut juga melarang penempatan senjata nuklir di luar angkasa dan mengatur tanggung jawab negara atas kerusakan yang disebabkan oleh benda-benda luar di angkasa.
Dorongan untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan militerisasi luar angkasa juga kembali muncul dua tahun lalu di PBB, setelah AS melaporkan bahwa Rusia sedang mengembangkan senjata berbasis luar angkasa.
Di sisi lain, Gagnon mengatakan AS berencana menggandakan jumlah personel Space Force dalam lima tahun ke depan menjadi sekitar 25.000 anggota. Sekitar dua pertiga dari jumlah tersebut, menurut Gagnon, akan difokuskan pada pembetukan Komando Satuan Tempur.




