JAKARTA, KBKNEWS.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, meningkatkan edukasi mitigasi gempa kepada masyarakat menyusul puluhan kejadian gempa yang terjadi di wilayah tersebut dalam 24 jam terakhir.
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan edukasi dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada warga mengenai tindakan yang perlu dilakukan serta lokasi yang lebih aman ketika terjadi gempa.
“Nanti ada edukasi, bagaimana kita dalam kondisi terjadi gempa. Maka saya perintahkan kepada BPBD untuk memberikan edukasi kepada masyarakat,” kata Bupati Dadang di Bandung, Jumat (18/9/2026).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga melakukan pemantauan di sejumlah titik, termasuk wilayah Kertasari dan Pangalengan.
“Secara edukasi dan pemantauan BMKG, ya, ini sudah ke lapangan juga, dipantau di titik lokus yang mana dan sudah ada imbauan,” ujarnya.
Dadang meminta masyarakat tetap tenang, namun tidak terlena dan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana. Salah satu gempa yang terjadi dalam 24 jam terakhir tercatat berkekuatan magnitudo 3,2 dan tidak menimbulkan kerusakan di Kabupaten Bandung.
“Alhamdulillah, saat ini mudah-mudahan tidak terjadi ya, dan tidak ada kerusakan, dan ini suatu goncangan yang kecil tapi memang ini kita harus tetap waspada,” kata Dadang.
Selain gempa, Pemkab Bandung juga meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran. Dalam dua bulan terakhir, tercatat 341 kejadian kebakaran.
Dadang mengingatkan warga memastikan sakelar dan stopkontak dalam kondisi aman ketika meninggalkan rumah serta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala untuk mencegah kebakaran.





