
JAKARTA – (KBKNEWS) – 30/9 – PEMIMPIN Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei yang belum pernah muncul ke publik sejak ia disebut terluka pada hari pertama serangan udara Amerika Serikat ke Iran 28 Feb. lalu mulai merombak struktur kepemimpinan militer Iran.
Khamenei seperti dilaporkan CNNI (30/9) memerintahkan integrasi Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran dengan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, sekaligus menunjuk Ali Abdollahui sebagai kepala staf umum (kasum) .
Perintah tersebut disampaikan melalui dekrit pada Senin (10/8) lalu. Dalam dekrit itu, ia menetapkan penyelesaian proses integrasi kedua lembaga sebagai salah satu dari tiga prioritas bagi kepala staf baru.
Mojtaba juga meminta proses integrasi dilakukan sesuai rencana yang sebelumnya disusun oleh mendiang ayahnya, Ali Khamenei.
Langkah tersebut berpotensi mengubah struktur komando militer Iran yang selama ini memisahkan fungsi Staf Umum dan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya.
Staf Umum bertugas menetapkan kebijakan militer, mengkoordinasikan berbagai cabang angkatan bersenjata, serta mengawasi kesiapan militer Iran.
Sementara itu, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya merupakan komando operasional gabungan Iran. Lembaga tersebut bertugas mengarahkan pasukan dalam perang dan operasi militer berskala besar.
Abdollahi bukan sosok baru dalam struktur komando militer Iran. Ia telah memimpin Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya sejak 2025.
Abdollahi juga masih menjalankan peran sebagai komandan operasional senior Iran di tengah konflik yang sedang berlangsung.
Pada Mei lalu, Abdollahi memberikan pengarahan kepada Mojtaba mengenai kesiapan Angkatan Darat, Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), serta unit-unit angkatan bersenjata lainnya.
Struktur lebih solid
Dengan pengangkatan Abdollahi sebagai Kasum sekaligus perintah untuk menyelesaikan integrasi kedua lembaga, perencanaan strategis dan komando operasional Iran berpotensi ditempatkan dalam struktur yang lebih padu.
Perubahan tersebut juga dapat membalik sebagian reorganisasi militer yang dilakukan Ali Khamenei pada 2016. Saat itu, Ali Khamenei memisahkan kepemimpinan Staf Umum dan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya.
Pada saat itu, Mantan kepala staf Hassan Firouzabadi pernah memimpin kedua struktur tersebut secara bersamaan. Namun, Khamenei kemudian menunjuk Mohammad Bagheri sebagai kepala Staf Umum.
Sementara Gholamali Rashid ditunjuk memimpin Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya. Rashid mendapat posisi utama dalam operasi militer saat perang.
Selain integrasi komando, Mojtaba juga memberikan tugas lain kepada Abdollahi. Ia meminta kepala staf baru meningkatkan kesiapan angkatan bersenjata dan pasukan Basij.
Abdollahi juga diminta memastikan militer Iran mampu merespons secara cepat dan efektif berbagai ancaman, termasuk ancaman militer konvensional, kognitif, dan hibrida.(CNNi/ns)




