JAKARTA, KBKNEWS.id – Dompet Dhuafa melalui Institut Kemandirian mendukung kegiatan inklusif Beauty Class & Personal Grooming dalam Program Paradaya Movement 2.0 yang diselenggarakan bersama ESQ Kemanusiaan dan Paragon.
Kegiatan ini memberikan dukungan kepada pengemudi ojek online (ojol) tunarungu agar lebih percaya diri dan profesional dalam bekerja.
Sebanyak 15 pengemudi ojol tunarungu mengikuti kegiatan bertema “Sahabat Roda Setara: Tampil Percaya Diri, Melayani dengan Hati, Setara dalam Berkarya” pada Senin (28/9/2026). Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan momentum Hari Bahasa Isyarat Internasional.
Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah potong rambut dan edukasi perawatan rambut. Layanan ini diberikan langsung oleh Alif dan Damar, alumni Paradaya Movement yang kini telah bekerja sebagai barber profesional.
Alif berkarier di IXO Barber, sedangkan Damar bekerja di Captain Barber. Keterampilan yang mereka peroleh melalui pelatihan Institut Kemandirian menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja dan membangun kemandirian ekonomi.
Kini, keduanya kembali berbagi manfaat melalui profesi yang mereka tekuni. Mereka membantu para pengemudi ojol tunarungu merapikan penampilan sekaligus membangun kepercayaan diri sebelum menjalankan pekerjaan.
Perbedaan cara berkomunikasi tidak menghalangi proses pelayanan. Dengan pendekatan yang tepat, sesi cukur rambut berlangsung dengan nyaman dan menjadi pengalaman inklusif bagi para peserta.
Direktur Institut Kemandirian, Abdurrahman Usman, mengatakan kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan dapat membuka kesempatan bagi berbagai kelompok masyarakat untuk berkembang.
“Ini adalah bukti bagaimana pemberdayaan hadir menembus keterbatasan. Para driver Ojol tunarungu mendapatkan dukungan untuk menjalankan profesinya dengan lebih percaya diri, sementara alumni Institut Kemandirian memperoleh kesempatan untuk berbagi melalui pekerjaan yang telah mereka tekuni,” ujar Abdurrahman.
Kisah Alif dan Damar memperlihatkan bahwa pelatihan keterampilan tidak berhenti ketika program selesai. Alumni dapat melanjutkan manfaatnya melalui pekerjaan profesional sekaligus berkontribusi bagi masyarakat.
Melalui Paradaya Movement 2.0, Dompet Dhuafa dan para mitra turut mendorong pemberdayaan yang membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk meningkatkan kapasitas diri, mengembangkan potensi, dan berkarya secara setara.





