Houthi dan Arab Saudi Terus Saling Gempur

MIlisi Houthi menggempur fasilitas minyak Saudi di Riyadh, sebalikanya Saudi serang ibu kota yaman, Sanaa

JAKARTA – (KBKNEWS) – 4/10 – KELOMPOK Houthi yang menguasai Yaman sejak 2015 terus saling gempur dengan pasukan Arab Saudi yang berada di belakang rezim terguling Presiden Abdurabouh Mansur Hadi.

Houthi mengeklaim telah menyerag fasilitas minyak di Riyadh, sementara Saudi menyerang ibu kota Yaman, Sanaa, Sabtu lalu (3/10).

Serangan tersebut masih jadi bagian permusuhan keduanya semenjak Houthi merebut seluruh pesisir Laut Merah Yaman dan menguasai Selat Bab al-Mandab dalam sebuah serangan kilat bulan lalu.

Seperti diberitakan AFP, televisi Al-Masirah yang berafiliasi dengan Houthi melaporkan “pesawat musuh Saudi” menghantam Sanaa dengan 26 serangan.

Serangan tersebut terjadi setelah laporan adanya “agresi Saudi” terhadap ibu kota Yaman tersebut, tanpa memberikan rincian mengenai target atau korban jiwa.

Dua jurnalis di Sanaa melaporkan mendengar ledakan keras dan melihat pesawat tempur menembakkan rudal ke arah ibu kota Sanaa.

Sementara itu di Arab Saudi, kobaran api dan asap terlihatmembumbung pada Sabtu (3/10) sore dari sebuah fasilitas Aramco di sebelah selatan Riyadh.

Houthi sasar Fasilitas listrik di Riyadh.

Meskipun pihak Saudi belum memberikan komentar, pada Sabtu (3/10) malam, jubir militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan kelompoknya telah menargetkan fasilitas minyak di Riyadh dengan rudal balistik dan drone.

Ia juga menambahkan bahwa serangan tersebut memicu kebakaran di lokasi-lokasi yang ditargetkan. Militer Saudi Beber Houthi Serang Gardu Listrik Masjid Nabawi Madinah.

AFP melaporkan petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api di kilang minyak Aramco Riyadh yang berada di sisi selatan kota, sementara ambulans dan kendaraan polisi bersiaga di dekat fasilitas tersebut.

Saluran Al-Masirah milik Houthi sebelumnya pada Sabtu (3/10) juga melaporkan serangan rudal terhadap jaringan telekomunikasi di Saada, wilayah barat laut Yaman yang merupakan salah satu basis kekuatan kelompok tersebut.

Peristiwa ini terjadi setelah Houthi menyatakan bahwa Arab Saudi membom ibu kota Yaman pada Kamis (1/10) malam, yang menjadi serangan pertama sejak pertempuran kembali pecah antara kedua belah pihak pada Juli 2026. (CNNI/ns)

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here