Ahmad Juwaini Dorong Penguatan Ekosistem Zakat Nasional

JAKARTA, KBLNEWS.id — Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, mendorong penguatan ekosistem zakat nasional melalui peningkatan profesionalisme amil, kolaborasi antarlembaga, serta optimalisasi pengelolaan dana zakat agar memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Ahmad saat membuka Pembukaan dan Studium Generale Certified Amil Development Program (CADP) 2026 di Sasana Budaya, Gedung Philanthropy, Jakarta Selatan, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan bertema “Penguatan Profesionalisme dan Kompetensi Amil dalam Membangun Peradaban Zakat Berkelanjutan” tersebut diikuti ratusan peserta secara langsung dan daring.

Ahmad menilai pengelolaan zakat perlu melampaui pencapaian penghimpunan dan penyaluran dana. Menurutnya, diperlukan pusat data zakat nasional, sinergi antarlembaga, serta pembagian peran yang jelas untuk meningkatkan manfaat zakat bagi masyarakat.

“Kita masih semangat dalam kata-kata, belum nyata. Maka kita harus berbagi peran untuk bangun ekosistem zakat agar lebih bermanfaat,” ujar Ahmad.

Ia juga menekankan pentingnya integritas, kompetensi, strategi penghimpunan yang efektif, serta pendistribusian zakat yang tepat sasaran. Pengelolaan yang baik diharapkan mampu mendorong mustahik atau penerima zakat menjadi muzaki atau pemberi zakat.

Menurut Ahmad, amil profesional perlu memahami bahwa penyaluran zakat tidak hanya harus memenuhi ketentuan syariah, tetapi juga menghasilkan dampak sosial yang berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Syariah Dompet Dhuafa, Prof. Dr. Djawahir Hejazziey, menegaskan bahwa amil memiliki amanah untuk menghimpun, mengelola, dan menyalurkan zakat secara bertanggung jawab.

Ia mengingatkan bahwa pengelolaan zakat merupakan bentuk pengabdian kepada Allah sekaligus kepedulian terhadap sesama. Karena itu, amanah tersebut harus dijalankan dengan prinsip kejujuran dan tanggung jawab.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here