Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ini Rekomendasi Keselamatan bagi Wisatawan

JAKARTA, KBKNEWS.id – Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, kembali mengalami erupsi pada Jumat (9/10/2026).

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan kolom abu vulkanik mencapai ketinggian sekitar 250 meter di atas puncak.

Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan erupsi terjadi pada pukul 16.17 WIB. Kolom abu teramati berwarna kelabu, cokelat hingga hitam dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah utara serta barat laut.

Berdasarkan hasil pengamatan, kolom abu mencapai ketinggian sekitar 407 meter di atas permukaan laut. Aktivitas tersebut juga terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 39 milimeter.

Lana menjelaskan, erupsi berlangsung sekitar 3 menit 46 detik. Saat laporan disusun, aktivitas erupsi masih berlangsung sehingga pemantauan terus dilakukan oleh petugas.

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Status Level II atau Waspada. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi keselamatan bagi masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki di kawasan Selat Sunda.

Masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati ataupun melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Imbauan ini bertujuan mengantisipasi potensi bahaya lontaran material vulkanik selama aktivitas erupsi berlangsung.

Badan Geologi memastikan pemantauan terhadap kawah dan aktivitas seismik Gunung Anak Krakatau dilakukan secara berkelanjutan guna mendukung keselamatan masyarakat, terutama yang berada di kawasan pesisir Selat Sunda.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here