JAKARTA, KBKNEWS.id — Produktivitas tidak hanya ditentukan oleh banyaknya pekerjaan yang diselesaikan, tetapi juga dipengaruhi oleh niat, energi, dan fokus.
Ketiga faktor tersebut perlu dijaga agar seseorang dapat bekerja secara optimal dan memberikan dampak nyata.
Hal itu disampaikan Kepala Sekolah Amil Indonesia, Dimas Pamungkas, dalam Pembukaan dan Studium Generale Certified Amil Development Program (CADP) 2026 di Sasana Budaya, Gedung Philanthropy, Jakarta Selatan, Rabu (7/10/2026).
Berdasarkan pengalamannya selama 15 tahun menjadi amil, Dimas menjelaskan bahwa niat, energi, dan fokus merupakan tiga hal dalam kehidupan yang memengaruhi produktivitas, tetapi rentan mengalami perubahan.
Ia mencontohkan pelaksanaan ibadah salat dalam Islam yang mengajarkan pentingnya niat dan kejelasan tujuan. Dalam salat, seseorang perlu mengetahui ibadah yang dikerjakan, jumlah rakaat, arah kiblat, serta perannya sebagai imam, makmum, atau melaksanakan salat sendiri.
“Tiga hal dalam hidup kita yang mempengaruhi produktivitas namun rentan berubah-ubah adalah niat, energi, fokus. Islam telah mengajarkan kita dengan sangat cerdas misalnya dalam pelaksanaan ibadah sholat,” ujar Dimas.
Menurutnya, kejelasan niat menjadi salah satu hal penting dalam menjalankan aktivitas. Dengan tujuan yang jelas, seseorang dapat lebih memahami arah tindakan dan tanggung jawab yang dijalankan.
Dalam konteks pengelolaan zakat, produktivitas amil juga menjadi perhatian seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dan tuntutan profesionalisme lembaga.
Dompet Dhuafa melalui unit Mitra Pengelola Zakat (MPZ) menghadirkan CADP 2026 untuk memperkuat kompetensi amil. Program ini diharapkan mendorong amil tidak hanya memahami tugas pengelolaan zakat, tetapi juga menjalankan peran sebagai penggerak perubahan sosial.
Penguatan kapasitas tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem zakat yang profesional, terpercaya, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.





