Yusril Usulkan Korban Narkotika Dibina di Pulau Kosong, Ada Pelatihan Ternak Buaya

JAKARTA, KBKNEWS.id – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengusulkan pemanfaatan pulau-pulau kosong di Indonesia sebagai lokasi rehabilitasi korban narkotika.

Gagasan tersebut mencakup pembinaan keterampilan, mulai dari peternakan buaya hingga pertanian, sekaligus menjadi salah satu upaya mengatasi kepadatan lembaga pemasyarakatan (lapas).

Yusril menilai rehabilitasi korban narkotika tidak cukup hanya melalui penanganan medis. Proses pemulihan juga perlu disertai pembinaan mental, pendidikan, dan pelatihan keterampilan agar mereka dapat kembali berkontribusi di tengah masyarakat.

Ia mencontohkan sebuah pulau seluas 700 hektare di Kabupaten Belitung Timur yang tidak berpenghuni dan dikenal memiliki banyak buaya.

“Tapi, jangan pula ditafsirkan taruh di situ supaya ditelan buaya. Buayanya nanti diusir atau barangkali dikandangkan di situ supaya mereka beternak buaya. Karena kulit buaya itu kan harganya mahal sekali untuk dunia bisnis,” kata Yusril, Jumat (10/10/2026).

Menurutnya, hasil peternakan buaya berpotensi memiliki nilai ekonomi, termasuk kulitnya yang dapat diolah menjadi bahan produk bernilai tinggi.

Selain peternakan, Yusril juga mengusulkan keterlibatan TNI dalam pembinaan korban narkotika melalui tugas nonperang atau operasi militer selain perang. Program tersebut diharapkan membantu peserta memperoleh keterampilan dan menjalani kehidupan yang lebih produktif.

Namun, pelaksanaannya memerlukan aturan yang jelas, termasuk pembagian tanggung jawab antara TNI, Polri, dan instansi terkait.

Yusril berharap rehabilitasi berbasis keterampilan dapat membantu pemulihan korban narkotika sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here