Serangan Bandara Riyadh Tewaskan Warga dari Berbagai Negara, Kedutaan Keluarkan Peringatan

JAKARTA, KBKNEWS.id – Serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 309 lainnya.

Insiden tersebut juga menyebabkan operasional bandara dihentikan dan sejumlah penerbangan dibatalkan atau dialihkan.

Dilansir dari BBC, otoritas penerbangan sipil Arab Saudi menyebut korban meninggal berasal dari berbagai negara. Sebanyak empat korban merupakan warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Mesir, Yordania, Palestina, Sudan, Suriah, dan Amerika Serikat.

Menurut laporan Reuters, lebih dari selusin ambulans dikerahkan menuju lokasi setelah serangan terjadi. Seorang saksi mata yang berada di terminal domestik mengatakan gerbang 401 terkena serangan dan banyak orang mengalami luka-luka.

“Saya melihat orang-orang terluka tepat di depan mata saya,” ujar saksi tersebut.

“Semua orang berlarian,” tambahnya.

Hingga laporan ini disampaikan, belum ada kepastian mengenai pihak yang bertanggung jawab atas serangan terbaru tersebut. Insiden itu terjadi beberapa hari setelah kelompok Houthi di Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan serupa terhadap bandara yang sama.

Dampak serangan turut mengganggu aktivitas penerbangan di Riyadh. Berdasarkan data pelacak penerbangan Flightradar, seluruh penerbangan menuju Riyadh dibatalkan atau dialihkan ke bandara lain.

Sejumlah maskapai di kawasan Teluk juga membatalkan penerbangan dari dan menuju bandara tersebut. Kuwait Airways menjadi salah satu maskapai yang mengambil langkah itu dengan alasan situasi keamanan.

Sementara itu, sejumlah kedutaan besar negara Barat di Arab Saudi mengeluarkan peringatan kepada warga negaranya agar menjauhi kawasan bandara menyusul insiden tersebut.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here