Sukabumi hingga Pangandaran Terancam Skenario Megathrust, Warga Perlu Kenali Jalur Evakuasi

JAKARTA, KBKNEWS.id – Lima kabupaten di Jawa Barat masuk dalam skenario ancaman tsunami megathrust, termasuk Sukabumi dan Pangandaran.

Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir diimbau mengenali jalur evakuasi dan segera menyelamatkan diri saat terjadi gempa kuat tanpa menunggu sirene peringatan.

Analis Kebencanaan Ahli Madya BPBD Jawa Barat, Edy Heryadi, menjelaskan tsunami dalam skenario tertentu diperkirakan dapat tiba sekitar 10-18 menit setelah gempa. Karena itu, warga perlu segera menuju tempat aman setelah guncangan berhenti.

“Segera melakukan perlindungan diri dengan melakukan gerakan melindungi kepala atau Drop, Cover, Hold On pada saat terjadi guncangan gempa. Setelah guncangan gempa segera evakuasi meninggalkan pesisir pantai dan evakuasi ke titik kumpul atau ke daerah dataran yang tinggi,” kata Edy, Minggu (11/10/2026).

Lima wilayah yang masuk dalam skenario tersebut adalah Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, dan Pangandaran. Berdasarkan dokumen Rencana Kontingensi BPBD Jabar 2026 yang merujuk kajian BMKG tahun 2025, waktu tiba tsunami di Pameungpeuk, Garut, diperkirakan 10-15 menit. Sementara itu, di Pantai Sereg, Cianjur, sekitar 12 menit, serta Cipatujah dan Ciandum, Tasikmalaya, sekitar 15 menit.

BPBD mengingatkan angka tersebut merupakan perkiraan berdasarkan skenario kajian, bukan prediksi bahwa tsunami akan terjadi dalam waktu dekat.

Edy juga meminta warga tidak bergantung pada sirene atau peringatan resmi. Sistem peringatan berbasis komunitas, seperti kentongan, pengeras suara masjid, dan informasi melalui grup WhatsApp, dapat membantu menyebarkan informasi ketika listrik atau jaringan komunikasi terganggu.

Masyarakat juga perlu mengenali tanda-tanda alami tsunami, seperti gempa yang sangat kuat atau berlangsung lama, perubahan permukaan air laut secara tidak biasa, serta suara keras dari arah laut.

Jika tidak mengetahui jalur evakuasi, warga diminta segera menjauhi pantai dan sungai, lalu bergerak menuju dataran yang lebih tinggi. Kecepatan evakuasi menjadi hal penting untuk mengurangi risiko ketika tsunami terjadi.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here