Chad-Konflik di Nigeria antara kelompok militan Boko Haram dan pemerintah terus berlanjut. Salah satu dampaknya yang paling terasa terjadi pada anak-anak.
Sampai kini ratusan ribu anak di sekitar Danau Chad menderita malnutrisi akut karena kekeringan dan konflik berkepanjangan.
Badan anak-anak PBB, UNICEF,mengatakan bahwa dari sekitar 475 ribu anak yang menderita malnutrisi tersebut, 49 ribu di antaranya akan tewas tahun ini jika mereka tidak menerima bantuan.
Kemarin, Kamis (25/8) UNICEF mengatakan mereka membutuhkan dana US$308 juta namun hanya menerima US$41 juta, 13 persen dari total kebutuhan untuk menanggulangi krisis di Chad, Nigeria, Niger dan Kamerun—perbatasan Danau Chad.
Pada awal 2015, Boko Haram merebut area seluas Belgia di Nigeria, namun setahun belakangan ini terus digempur oleh pasukan dari empat negara tersebut.
UNICEF mengatakan setelah pemerintah Nigeria mulai merebut kembali beberapa wilayah dari Boko Haram dan mengamankannya, pekerja bantuan kemanusiaan mulai bisa mengukur berapa besar krisis kemanusiaan di lokasi-lokasi tersebut.
“Kota-kota dan desa-desa hancur dan masyarakat tak punya akses ke berbagai kebutuhan dasar,” ujar UNICEF dalam sebuah berita Reuters,Kamis (26/8).
Di Borno, hampir dua per tiga rumah sakit dan klinik telah rusak sebagian atau seluruhnya, dan tiga per empat fasilitas air dan sanitasi harus direhabilitasi.
Meski terdapat kemajuan yang dibuat oleh pasukan militer, menurut UNICEF saat ini ada 2,2 juta orang yang terjebak di wilayah yang dikuasai oleh Boko Haram, atau tinggal di kamp karena takut kembali ke rumah mereka.





