MOJOKERTO – Dua minggu jelang Hari Raya Idul Qurban, para pedagang hewan kurban di pasar sapi Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, mengeluhkan jika penjualannya masih sepi.
Salah satu pedagang hewan, Bakir mengaku, sepi pembeli meski sudah mendekati Hari Raya Idul Qurban. “Masih sepi pembeli, yang beli masih digunakan pedagang daging untuk dijual sebagai bahan baku bakso. Kalau untuk Idul Qurban, belum ada yang beli,” ungkapnya, Jum’at (27/8/2016).
Masih kata warga Kecamatan Somobito, Kabupaten Jombang ini, hewan ternak khususnya sapi banyak permintaan saat bulan hajatan seperti syawal yakni setelah Hari Raya Idul Fitri lalu. Namun saat tidak ada musim hajatan baik nikahan maupun khitanan, lanjut Bakir, sepi pembeli.
Ia mengungkapkan biasanya akan ramai mulai H-3, “Nanti ramai lagi saat Idul Qurban tapi untuk saat ini masih sepi, biasanya ramai H-3 Idul Qurban,” ujarnya.
Ia pun menjelaskan harga sapi yang dijualnya kini, “Saat ini, harganya sesuai bobot hidup untuk sapi jantan Rp4,4 juta per kwintal, sedangkan untuk sapi betina Rp4,2 juta per kwintal. Harga ini naik dari sebelumnya dan akan naik jika mendekati Idul Qurban nanti diperkirakan akan naik lagi,” katanya, seperti dikutip dari beritajatim.
Bakir menambahkan, untuk menentukan hewan seperti sapi mahal tidaknya dilihat dari bobot sapi bukan umurnya. Semakin berbobot, lanjut Bakir, maka semakin mahal. Meski sepi pembeli dan harga sapi mahal, namun untuk pakan sapi berupa rumput, ia mengaku tidak kesulitan mencari. Sapi-sapi dagangannya ia ambil dari Jombang.





