Ratusan Hektare Tambak Garam Terendam Rob, Petani Gigit Jari

Ilustrasi, petani garam/ tempo.co

CIREBON – 700 hektare tambak garam yang berada di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terendam banjir rob dan mengakibatkan petani garam merugi karena tidak dapat diproduksi.

Ketua Ikatan Petani Garam Indonesia M Insyaf Supriyadi di Cirebon, Senin, mengatakan tambak garam yang ada di Kecamatan Pangenan terkena rob yang mengakibatkan 700 hektare tambak garam di daerah itu tidak bisa dipanen. “Yang jelas para petani garam merugi akibat banjir rob yang melanda kemaren,” kata Insyaf, dikutip dari Antara, Senin (29/8/2016).

Banyak petani yang membiarkan tambaknya tidak diolah lagi, karena dengan mengelola tambak dimusim hujan yang terus turun seperti sekarang yang ada hanyalah kerugian. “Sekarang petani garam juga terkendala kemarau basah yang akibatkan para petani kesulitan untuk memproduksinya,” tuturnya.

Ia menambahkan dengan adanya air rob yang menggenangi tambak garam para petani tidak memilik pemasukan untuk kebutuhan sehari-hari.

Walaupun menurutnya harga garam sekarang sedang mengalami kenaikan, namun produksi para petani tidak ada, padahal kalau bulan Agustus lalu para petani sudah banyak yang memanen garam mereka.

“Ya sekarang harga garam memang lagi naik tapi percuma, karena petani juga lagi sulit untuk memproduksi,” katanya.

Advertisement