WINA (KBK) – Pasangan yang tidak bahagia dalam hubungan mereka akan meningkatkan faktor kecenderungan bunuh diri.
Hal itu merupakan hasil studi para ahli Austria seperti dilaporkan Austria Press Agency, Rabu (7/9/2016).
Peneliti dari Pusat Kesehatan Masyarakat di Universitas Kedokteran Wina bersama tim dari Fakultas Psikologi di University of Vienna menunjukkan temuan tersebut dari hasil studi yang dilakukan kepada 382 orang di Austria.
Mereka mengklaim konflik yang belum terselesaikan sama pasangan, akan semakin besar risikonya untuk bunuh diri. Ini dapat meningkatkan perasaan putus asa yang berlanjut ke depresi, kemudian keinginan bunuh diri muncul dalam pikiran dan terus diikuti tindakkan.
Data yang mereka tunjukkan, kasus ini sering terjadi pada usia pertengahan.
Seperti dikutip dari Xinhua, sebaliknya, pasangan bahagia memiliki angka terendah dari keinginan bunuh diri. Hal ini terutama hadir dalam pasangan muda dan setengah baya.





