MADAYA-Angka upaya bunuh diri di kalangan anak-anak Suriah yang tinggal di kota Madaya meningkat, kata kelompok hak asasi manusia.
Sedikitnya enam anak-anak dan remaja, paling muda berusia 12 tahun, dan tujuh pemuda berusaha melakukan bunuh diri dalam dua bulan terakhir di Madaya, kota yang diblokade pemerintah sejak Juli 2015, kata Save the Children dalam pernyataan Rabu.
Hampir tidak ada kasus bunuh diri di Madaya sebelum blokade dilakukan, menurut kelompok tersebut.
“Anak-anak hancur dan lelah secara psikologis. Ketika kami mengajak mereka bernyanyi, mereka tidak bereaksi sama sekali, mereka tidak tertawa seperti biasanya,” kata seorang guru di Madaya seperti dikutip CNN,Kamis (8/9).
“Mereka menggambar gambar anak-anak yang sedang dibantai dalam perang, atau tank, atau blokade dan kekurangan makanan.”
Ratusan orang “menderita masalah psikologis dan penyakit mental, termasuk depresi berat dan paranoia, seringkali diperburuk oleh kondisi kehidupan mereka,” menurut Save the Children dalam pernyataannya.
Krisis ini semakin diperparah oleh minimnya sumber daya kesehatan mental di kota tersebut.
Pernyataan Save the Children ini dipublikasikan setelah PBB merilis laporan berjudul “Uprooted: The growing crisis for refugee and migrant children” yang menyatakan bahwa hampir 50 juta anak-anak di seluruh dunia menjadi pengungsi atau migran. Sekitar 28 juta di antaranya mengungsi akibat konflik





