MANGGARAI TIMUR, KBKNEWS.id — Di tengah puing-puing dan debu yang masih menyelimuti sebagian wilayah Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), denyut kehidupan baru mulai terlihat. Warga tidak ingin berlama-lama larut dalam kesedihan, dan salah satu simbol kebangkitan yang paling nyata adalah berdirinya sebuah kedai makanan sederhana.
Di sinilah Syahri Ramadan, seorang pria paruh baya yang senyumnya tak pernah surut, mulai merajut kembali masa depannya melalui wirausaha kecil yakni bakso.
Gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 itu menyisakan trauma bagi warga Pota. Bangunan roboh, infrastruktur rusak, dan banyak yang kehilangan tempat tinggal.
“Saat itu semua panik, yang ada di pikiran hanya menyelamatkan diri,” kenang Syahri saat ditemui, Senin (7/9/2026).
Sambil menunjukkan bekas retakan di bangunan di sekitar lokasi kedainya saat ini. Bencana itu membuat aktivitas ekonomi benar-benar lumpuh, namun dorongan untuk bertahan hidup dan memberi makan keluarga menjadi pemantik semangat untuk bangkit. Syahri melihat peluang di tengah kesulitan: kebutuhan warga akan makanan yang terjangkau.
Dengan modal seadanya, sisa dari tabungan dan beberapa material yang berhasil diselamatkan dari reruntuhan, Syahri memutuskan untuk membuka kembali usahanya. Kedai sederhananya, yang kini berdiri dengan dinding papan triplek baru dan atap seng bekas di lokasi aslinya yang telah dibersihkan, menjadi suar harapan.
Lokasinya strategis, mudah diakses oleh warga yang sedang berbenah maupun relawan yang mulai berdatangan untuk membantu. Tidak ada spanduk megah, hanya selembar kertas bertuliskan tangan “BAKSO DAN MIE AYAM” yang digantung dengan bangga di depan kedainya.
Kehadiran kedai sederhana Syahri tidak hanya mengisi perut yang lapar, tetapi juga memulihkan semangat juang masyarakat Pota. Ini adalah kisah nyata tentang ketahanan dan harapan, tentang bagaimana sebuah kedai kecil bisa menjadi simbol perlawanan terhadap putus asa pasca bencana alam dahsyat. Dari Pota, Manggarai Timur, semangat menata hidup kembali bergema di antara reruntuhan.





