SANAA (KBK) – Beda dengan Suriah, menyambut lebaran Idul Adha 1437 H, terjadi gencatan senjata, di Yaman justru berlangsung serangan udara koalisi yang dipimpin Arab Saudi menyasar sebuah desa di ibukota Yaman, Sanaa.
Korban tewas akibat serangan itu meningkat menjadi 30 orang, termasuk dua orang anak.
Koordinator Kemanusiaan (UNHC) PBB di Yaman, Jamie McGoldrick mengatakan, Senin (12/9/2016), selain tewas ada 17 lainnya luka-luka.
Sebelumnya, Sabtu, (10/9/2016), pesawat-pesawat tempur koalisi pimpinan Saudi membom sebuah situs air sumur pengeboran di Desa Bait Sa’dan di distrik Arhab, 50 km utara Sanaa, menewaskan sedikitnya 10 warga sipil dan melukai banyak lainnya.
Jet tempur kemudian melanjutkan serangan udara ke tengah desa, membuat warga kocar-kocar.
Pada hari Kamis, pesawat-pesawat tempur koalisi menewaskan sembilan warga sipil dari tiga keluarga, termasuk empat anak, di provinsi utara Yaman dari Amran, 60 km utara Sanaa.
Dikutip dari Xinhua, PBB mencatat sedikitnya 10.000 orang, kebanyakan warga sipil telah tewas dalam serangan udara dan pertempuran sejak 2015, dan sekitar tiga juta warga sipil mengungsi.





