Tiga ABK Mantan Sandera Abu Sayyaf Jalani Penyembuhan Trauma

Ilustrasi, Kepulangan Sandera Abu Sayyaf Wendi Rakhadian (kanan), salah satu korban sandera kelompok militan Abu Sayyaf disambut keluarganya saat tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padang, Sumatera Barat, Selasa (3/5/2016) - Antara

FILIPINA – Setalah dibebaskan kelompok perompak Abu Sayyaf, tiga warga negara Indonesia (WNI) kini tengah menjalani proses penyembuhan trauma paska penyanderaan.

Hal itu disampaikan oleh Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Filipina, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan pemerintah Indonesia, ketiganya harus menjalani pemeriksaan kesehatan, dan juga pengobatan trauma.

“Sesuai SOP yang dimiliki oleh pemerintah Indonesia, sebelum dipulangkan kepada keluarga masing-masing, ketiganya akan menjalani pemeriksaan kesehatan, dan post trauma healing yang waktunya sangat tergantung pada kondisi psikologis masing-masing sandera,” kata KBRI Filipina dalam pernyataan tertulis pada Selasa (20/9/2016), yang dikutip Sindonews.

KBRI juga mengatakan, Kementerian Luar Negeri Indonesia telah menyampaikan langsung kabar bebasnya ketiga WNI ini kepada keluarga mereka yang berada di Bulukumba, Nusa Tengga Timur. Keluarga, lanjut KBRI, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah atas upaya yang telah dilakukan, dan atas perhatian kepada keluarga selama ini.

“Upaya pembebasan ini dapat dilakukan atas dukungan penuh dari pemerintah Filipina. Karena itu, kita menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Filipina. Dengan pembebasan ini, masih ada lima WNI lainnya di tangan penyandera di Filipina selatan. Pemerintah Indonesia akan melanjutkan upaya pembebasan kelima WNI tersebut dengan dukungan pemerintah Filipina,” tukasnya.

Diketahui, Sabtu (18/9/2016) ketiga WNI yakni Lorens Koten, Teodurus Kufung dan Emmanuel, yang diculik pada 9 Juli 2016 di perairan Malaysia Lahad Datu, Sabah dan dibawa ke Sulu telah dibebaskan kelompok Abu Sayyaf, bersama dengan satu warga Norwegia.

Advertisement