Riyadh-Arab Saudi akan menambah bantuan untuk pengungsi Suriah sebesar 75 juta dolar atau senilai Rp949 miliar , demikian diungkapkan Putra Mahkota Muhammad Bin Naif.
Pangeran Muhammad menegaskan kerajaan saat ini menampung 2,5 juta pengungsi Suriah. “Kami hati-hati untuk tidak memperlakukan mereka laiknya pengungsi atau pencari suaka demi menghargai martabat dan keselamatan mereka,” katanya seperti diberitakan Saudi Gazette, Kamis (22/09/2016).
Menurut Muhammad, pemerintah telah memberikan kesempatan kepada mereka untuk tinggal, bekerja, dan mendapatkan pendidikan serta pelayanan kesehatan secara cuma-cuma.
Pangeran yang juga menjabat wakil perdana menteri ini juga mengatakan telah memberikan bantuan kepada jutaan pengungsi Suriah di sejumlah negara tetangga dengan nilai lebih dari USD800 juta (>Rp100 triliun) ditambah bantuan lain dari masyarakat Arab Saudi yang tidak melalui pemerintah.
“Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman memerintahkan pembangunan Pusat Bantuan dan Kemanusiaan Raja Salman pada 2015. Lembaga ini terinspirasi dari ajaran Islam, yang mewajibkan membantu orang lain termasuk melindungi hak hidup, kehormatan dan kesehatan mereka,” katanya.
Dana tersebut akan dikoordinasikan dengan beberapa lembaga bantuan internasional.
Sebelumnya, pada awal tahun ini, Arab Saudi menggelontorkan USD59 juta untuk pengungsi Palestina, USD30 juta untuk pengungsi Afghanistan. Arab Saudi juga akan memberikan USD50 juta kepada pemerintah Indonesia untuk pengungsi Rohingya.



