CHARLOTTE (KBK) – Satu orang tewas karena luka tembak di Charlotte, North Carolina, Amerika Serikat, pada malam kedua protes berdarah, terhadap pembunuhan seorang pria kulit hitam oleh polisi, Rabu malam (21/9/2016).
Kepala Kepolisian Charlotte Kerr Putney belum mengidentifikasi orang yang tewas karena tembakan tersebut.
Namun, pejabat kota mengatakan di Twitter bahwa tembakan fatal pada Rabu malam itu, dilakukan oleh seorang warga sipil lain, bukan oleh polisi.
Menghadapi gelombang protes tersebut, seorang polisi juga menderita luka.
Polisi anti huru hara menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan demonstran setelah unjuk rasa damai berubah menjadi kekerasan.
Reporter Al Jazeera, Alan Fisher melaporkan dari tempat kejadian, pria yang meninggal karena luka tembak di bagian bahu.
Pengunjuk rasa mengatakan, polisi menyerang dan menembak. Namun polisi membantah menggunakan senjata api menghadapi pengunjuk rasa, karena kalau kedapatan membawa senjata api, mereka akan dipecat dari anggota kepolisian.




