80 Persen Korban Banjir Garut Diserang Penyakit Arthritis

Tim Aksi Layan Sehat dari RDK LKC Dompet Dhuafa bersiap pindah ke lokasi pengungsi yang lain setelah ALS di kampung Sanding Lebak, Desa Muarasanding, Kecamatan Garut Kota. Foto:Salim/RDK LKC

GARUT (KBK) – Setelah memeriksa kesehatan 48 orang korban banjir Garut diketahui kebanyakan korban menderita Arthristis (bengkak dan nyeri sendi).

Demikian disampaikan Salim Juniantoro, Tim Respon Darurat Kesehatan (RDK) LKC Dompet Dhuafa kepada KBK, Jumat (23/9/2016).

Dikatakannya, pemeriksaan kesehatan itu dilakukan oleh Tim RDK LKC Dompet Dhuafa berkerjasama dengan Laznas Chevron di Pos Kamling RW 01 Kampung Sanding Lebak, Desa Muarasanding, Kecamatan Garut Kota, Jumat (23/9/2016) dua hari pasca banjir bandang di Garut.

Dokter Ridlo selaku tenaga medis tim RDK memeriksa kesehatan warga sejak Pukul 08.05 pagi hingga menjelang ibadah Sholat Jumat.

“Mayoritas yang berobat tadi dari kaum lansia,” tutur dr. Ridlo direktur LKC Dompet Dhuafa seperti ditirukan Salim.

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Solo ini menambahkan, hampir 80% pasien menderita arthritis yang disebabkan karena kerjabakti membersihkan rumah dan pekarangannya.

Tim RDK LKC dipandu oleh Sasa Sutarsa, Relawan dari Pelajar Islam Indonesia (PII) Pengurus Daerah Garut saat ini bergerak menuju posko pengungsi di Kampung Cibeureum Desa Sukaratu Kecamatan Banyuresmi, Garut, Jumat (23/9) siang.

 

Advertisement