PROBOLINGGO – Senin (26/9/2016) status Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, dinaikkan dari level waspada menjadi siaga.
Peningkatan status dilakukan karena aktifitas tremor menerus Gunung Bromo meningkat signifikan hingga 22 milimeter dan kawah menyemburkan material vulkanik pekat berketinggian 600 meter. Radius aman bagi warga dan pengunjung juga diperluas dari sebelumnya 1 kilometer menjadi 2,5 kilometer dari bibir kawah.
Diberitakan warta bromo, Pusat Vulkanologi Metigasi dan Bencana Geologi (PVBMG) menaikkan status setelah selama 24 jam terakhir tremor menerus gunung eksotik itu meningkat signifikan dari kisaran 2 sampai 8 militer sebelumnya meningkat menjadi 22 milimeter dengan dominan 4 milimeter.
Peningkatan status juga membuat petugas merekomendasikan warga dan pengunjung menjauh dari bibir kawah bromo dengan radius 2,5 kilometer atau lebih luas dari himbauan aman sebelumnya yang hanya sejauh 1 kilometer.
“Untuk gunung Bromo statusnya kami naikkan dari waspada menjadi siaga sejak 26 September pukul 06.00 karena terjadi peningkatan pada visual dan seismiknya gempanya mengalami peningkatan,” ujar Ahmad Subhan, Kepala PVMBG pos Bromo.
Perubahan status ini memungkinkan Gunung Bromo kembali erupsi seperti enam tahun silam. Tidak hanya area wisata alam di sekitar lautan pasir, pemukiman dan lahan pertanian warga Suku Tengger terancam tertutupi material vulkanik muntahan kawah Bromo.





