Tanggap Darurat Garut Diperpanjang Hingga 30 September

Ilustrasi Situasi Kampung Cimacan Garut pasca banjir bandang 20 September 2016/ Foto:Jun Aditya/KBK

GARUT – Badan SAR Nasional (Basarnas) Bandung menyampaikan bahwa tanggap darurat pencarian korban bencana banjir bandang Kabupaten Garut, Jawa Barat, diperpanjang hingga 30 September 2016.

“Operasi Pencarian pada dasarnya hanya tujuh hari sesuai dengan peraturan, namun melihat kondisi di lapangan dan hasil evaluasi tim maka diperpanjang tiga hari kedepan,” kata Humas dan Protokoler Basarnas Bandung, Joshua, Selasa (27/9/2016) malam, dikutip dari Antara.

Hingga kini 19 orang hilang belum ditemukan, dan meskipun masa tanggap darurat sudah berakhir, bahkan hingga batas waktu yang diperpanjang, Basarnas tetap melakukan pemantauan.

“Setelah hari kesepuluh pemantauan tetap masih dilakukan,” katanya.

Ia menjelaskan pencarian akan dinyatakan dihentikan apabila seluruh titik yang disinyalir ada korban sudah ditelusuri oleh tim gabungan. “Namun tidak mendapatkan tanda tanda korban, hal ini dinilai tidak efektif, hal ini juga tetap memperhatikan kondisi psikis keluarga korban,” katanya.

Banjir bandang akibat luapan Sungai Cimanuk itu terjadi, Selasa (20/9) malam, menyebabkan pemukiman penduduk terendam banjir. Hasil pencarian korban banjir sementara menemukan 34 orang meninggal dunia, dan 19 orang dilaporkan hilang.

Advertisement