Banjir Rendam Empat Desa di Madiun

Ilustrasi Banjir

MADIUN – Banjir akibat luapan anak Sungai Bengawan telah merendam empat desa di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (28/9/2016), setelah sepanjang Selasa (27/9/2016) malam hujan mengguyur wilayah tersebut.

Empat desa yang terlanda banjir adalah Desa Tempursari serta Desa Mojorayung di Kecamatan Wungu, Desa Bacem di Kecamatan Kebonsari, dan Desa Sumberejo di Kecamatan Madiun.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Madiun Heri Suyoko mengatakan selain menggenang di jalan, air juga masuk ke sejumlah rumah warga. Diperkirakan jumlah rumah warga yang tergenang mencapai puluhan rumah.

“Data sementara ada sekitar 60 rumah warga yang terendam air. Namun itu masih bisa berubah karena masih dilakukan pendataan serta menunggu laporan tim reaksi cepat (TRC) yang berada di lapangan,” ujar Heri, dikutip dari Antara.

Kini pihaknya terus memantau sejumlah desa yang direndam banjir serta lokasi lain yang rawan tergenang air kiriman dari anak Sungai Bengawan Madiun di lereng Gunung Wilis. Sebab, berdasarkan laporan warga, Desa Bibrik di Kecamatan Jiwan dan Desa Pagotan Kecamatan Geger juga tergenang air.

Sementara itu menurut seorang warga desa Tempusari, Mujiono, air mulai menggenangi jalan hingga masuk ke sejumlah rumah warga pada Rabu pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Ketinggian air berkisar antara 40 hingga 70 centimeter.

“Banjir baru datang pagi tadi setelah hujan semalaman terjadi. Hujan berlangsung sejak jam tujuh malam kemarin hingga pagi tadi,” kata Mujiono.

“Setiap hujan deras semalaman, daerah sini selalu banjir. Airnya berasal dari luapan kali sekaligus kondisi saluran air yang tidak berfungsi baik,” katanya.

Data BPBD mencatat, sejumlah wilayah Kabupaten Madiun yang rawan banjir di antaranya, Kecamatan Balerejo, Madiun, dan Wungu. Sebab, wilayah tersebut berada di aliran Bengawan Madiun. Anak Sungai Bengawan Madiun yang melintasi kecamatan tersebut selalu meluap jika ketinggian air Bengawan Madiun meningkat.

BPBD mengimbau warga yang bermukim di daerah rawan banjir untuk waspada jika hujan deras turun selama berjam-jam atau semalaman penuh. Jika air terus meluap, warga diminta mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Advertisement