SURIAH – 9.300 orang dinyatakan tewas karena serangan udara di Suriah hanya dalam waktu setahun saja, yakni kurun waktu 30 September 2015 hingga 1 Oktober 2016.
Hal tersebut diungkapkan lembaga pemantau HAM Suriah, yang lebih lanjut mengungkapkan korban tewas adalah 3.804 warga sipil, 2.746 ekstremis ISIS, dan 2.814 pasukan oposisi. Serangan udara yang terus berlanjut hingga kini sebagai bentuk perlawanan pasukan pemerintah Assad untuk memerangi kelompok oposisi.
Perlawanan Assad dibantu Rusia dan Iran sehingga konflik Suriah menjadi semakin sulit dihentikan. Namun hingga kini Rusia tetap membantah terlibat dalam berbagai serangan udara mematikan tersebut, seperti yang dituduhkan banyak pihak, seperti Amerika Serikat.
Juru bicara Menhan Rusia Igor Konashenkov mengatakan, membantah dan menegaskan bahwa pesawat Rusia tak terlibat dalam serangan udara yang juga pernah menghantam konvoi bantuan kemanusiaan PBB di utara Suriah. “Pesawat Rusia tidak ikut dalam serangan udara konvoi kemanusiaan PBB dan SARC,” ujarnya, seperti dilaporkan AP, Minggu (2/10/2016).




