MADURA – Sudah tiga hari warga yang tinggal di 3 kelurahan dan 5 desa di Kecamatan Sampang kota terendam banjir dan tidak ada warga mengaku bantuan yang datang.
“Sudah tiga hari kami terendam banjir mas, dan sampai saat ini juga, saya belum menerima bantuan apapun, kami mulai kelaparan. kemana pemerintah yang katanya perduli sama rakyatnya,” kata Tima (45) ibu rumah tangga yang tinggal di Kampung Glisgis, Desa Gunung Madah, Sampang, Rabu (12/10/2016).
Bahkan dikatakannya banjir yang mengenanggi pemukiman di sekitar rumahnya, belum ada tanda-tanda surut.”Kalau di sekitar rumah kami banjir masih sedalam 1 meter lebih,” ujarnya, dilansir beritajatim.
Atas keluhan warga tersebut, di tempat terpisah, Malik Amrullah, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) setempat berdalih jika pihaknya telah mendirikan 4 dapur umum.
“Kita terus memasak dan tidak berhenti, karena bantuan terus disebar kepada korban banjir,” tuturnya.
Sementara ketika ditanya, berapa jumlah nasi bungkus bantuan korban banjir yang disebar. Dirinya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Sebab, sampai saat ini pihaknya masih terus mendistribusikan bantuan dan belum dilakukan pendataan.
“Ya belum diketahui, karena sampai saat ini bantuan terus didistribusikan,” tandasnya.
Sebelumnya banjir sempat surut di Sampang, namun pada Rabu (12/10/2016) banjir susulan kembali menerjang Sampang, Madura, Jawa Timur yang diakibatkan luapan sungai Kemuning.




