Warga Jatimelati : Ledakannya Mirip Gempa Bumi

Sutisna di depan kantornya yang berhadapan dengan lokasi ledakan PHD. Foto Aditya kbk

JAKARTA (KBK) – Kedua mata Sutisna (50) masih belum kering dari air matanya yang terkadang menetes, mulutnya pun tak berhenti-henti mengucapkan syukur karena masih diberikan umur panjang dan keselamatan.

Sutisna merupakan petugas sekuriti merangkap karyawan di sebuah perusahaan logistik yang letaknya berhadap-hadapan dengan gerai Pizza Hut Delivery (PHD) Kranggan, Bekasi, Jawa Barat yang meledak pada minggu pagi.

Pria asal Sukabumi itu masih tidak percaya dengan apa yang terjadi terhadap bagian depan kantornya yang rusak parah akibat ledakan yang diduga dari 4 tabung gas ukuran 50 kilogram milik PHD.

“Saya habis pulang ngaji terus nonton tv sambil tiduran di lantai dua, tiba-tiba sekitar jam setengah tujuh terdengar suara ledakan. Suaranya sangat keras, badan saya rasanya terlempar terbang,” kata Sutisnta kepada KBK, Minggu (23/10/16).

Kerasnya ledakan membuat pintu depan PHD yang bermaterial stainless terlempar hingga jarak 30 meter membentur kabin truk jasa ekspedisi yang tengah terparkir di halaman kantor Sutisna. Selain itu 2 truk lainnya yang juga tengah terparkir posisinya bergeser.

“Katanya sih ini ledakan karena gas, tapi saya tidak yakin dari tabun gas. Soalnya sehabis ledakan saya tidakmencium aroma gas sama sekali. Lagi pula kalau tabung gastidak mungkin sebesar ini,” lanjut Sutisna.

Kuatnya ledakan juga dirasakan oleh Karnadi (40) warga Jati Melati yang rumahnya berjarak 120 meter dari lokasi ledakan.

“Kaca rumah saya getar semua mirip gempa bumi, malahan saya kira gempa bumi. Makanan di piring saja pada tumpah semua,” ucap Karnadi.

Menurut Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Umar Surya Fana ledakan yang terjadi di gerai PHD Kranggan, Bekasi disebabkan oleh 4 tabung gas ukuran 50 kilogram yang meledak secara bersamaan. Namun lanjut Umar menyebab ledakan masih diusut oleh pihak Pertamina.

“Tidak ada korbn jiwa alam peristiwa ini,” ujarnya

Advertisement