CIREBON – Tingkat kesadaran masyarakat di Kabupaten Cirebon untuk memeriksakan diri untuk deteksi kanker dinilai masih sangat rendah padahal perempuan perlu semakin aktif melakukan hal ini.
Kepala Puskesmas Palimanan Retno Widowati mengatakan, pada 2015 – 2016 baru 289 orang di Kabupaten Cirebon yang telah diperiksa IVA dan Sadanis. Jumlah tersebut berarti, cakupan pemeriksaan di Kabupaten Cirebon masih berada di bawah 1%.
Padahal, Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dan kanker payudara dengan Pemeriksaan Payudara Klinis (Sadanis) kini dapat dilakukan di puskesmas secara gratis.
”Jumlah tersebut masih rendah, padahal pemeriksaan IVA dan Sadanis bisa diakses melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama, yakni puskesmas,” ujar Retno, Senin (24/10/2016).
Retno melanjutkan, deteksi dini kanker payudara dan serviks harus disadari sebagai hal yang penting. Pasalnya, banyak wanita terutama yang masih berusia muda belum merasa harus memeriksakan diri terkait ancaman penyakit mematikan tersebut.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevalensi kanker di Indonesia sudah mencapai 1,4 per 1000 penduduk. Penyakit tersebut pun menjadi penyebab kematian nomor tujuh, serta menjadi penyebab kematian nomor satu pada wanita.
Sementara di Jawa Barat pada 2013 prevalensi penderita kanker pada penduduk semua umur 1,0 per 1000 penduduk. Diketahui mayoritas penderita dua jenis kanker itu merupakan wanita di bawah usia 40 tahun.
”Makanya, kami pun berupaya untuk terus melakukan sosialisasi dan mengajak kaum perempuan untuk mulai memeriksakan diri,” paparnya, seperti dilansir PR.
Ia menegaskan, seluruh puskesmas tersebut dapat diakses secara gratis bagi para peserta BPJS Kesehatan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk segera mengurus keikutsertaan mereka dalam fasilitas kesehatan tersebut.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, pada 2016 terdapat 100 pemeriksaan dan sebanyak 4 orang yang terdeteksi mengidap kanker payudara/serviks.





