Kekeringan Panjang buat Kampung Somang di Lebak yang Tenggelam Muncul Kembali

JAKARTA, KBKNEWS.id – Kekeringan panjang akibat fenomena El Niño menyebabkan permukaan air Bendungan Karian di Kabupaten Lebak, Banten, menyusut drastis.

Kondisi ini membuat sisa-sisa permukiman warga yang sebelumnya ditenggelamkan untuk pembangunan waduk kembali terlihat.

Salah satu kawasan yang muncul ke permukaan adalah Kampung Somang, yang dahulu merupakan permukiman padat penduduk. Warga mulai meninggalkan kampung tersebut sejak 2023 untuk proses penggenangan bendungan, meski bangunan-bangunan di kawasan itu tidak seluruhnya dihancurkan.

Selain Kampung Somang, kawasan lain seperti Kampung Karian, Kampung Susukan, dan Kampung Cibolang juga kembali terlihat seiring menyusutnya air bendungan.

Pada Juli 2026, penurunan permukaan air bahkan menyingkap deretan bangunan rumah yang sebagian besar hanya menyisakan dinding tanpa atap. Di antara bangunan tersebut, terdapat Masjid Al Mujahidin yang masih berdiri utuh dengan kubah biru dan menaranya.

Masjid tersebut memiliki nilai sejarah bagi masyarakat setempat. Menurut Maman, mantan warga yang pernah tinggal di samping masjid, bangunan itu didirikan sejak masa kolonial Belanda dan direnovasi sekitar 15 tahun lalu.

Kawasan Kampung Somang sebelumnya juga pernah menjadi lokasi pengambilan gambar film horor berjudul Jembatan Shiratal Mustaqim pada akhir 2024 hingga awal 2025. Saat produksi berlangsung, sebagian rumah warga sudah mulai terendam air bendungan.

Bendungan Karian diresmikan Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada Januari 2024 setelah pembangunannya dimulai sejak 2015. Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut menelan anggaran sekitar Rp2,2 triliun.

Bendungan dengan kapasitas tampung 315 juta meter kubik dan luas genangan 1.773 hektare itu dibangun untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat di Banten, DKI Jakarta, dan sebagian Jawa Barat.

Dalam proses pembangunannya, pemerintah membebaskan lahan seluas 2.266,44 hektare. Proyek tersebut juga mengharuskan pemindahan 37 fasilitas umum, termasuk sekolah, masjid, madrasah, musala, kantor desa, dan posyandu.

Selain itu, sebanyak 13.017 makam dari 54 lokasi pemakaman umum dan makam keramat turut direlokasi, bersama 29 tapak menara PLN serta sejumlah lahan milik pemerintah.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here