GORONTALO – Empat kecamatan di Gorontalo terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur pada Selasa (26/10/2016) sejak siang hingga malam.
Luapan air sungai melanda empat kecamatan, yaitu Kecamatan Limboto, Limboto Barat, Pulubala, dan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, mulai pukul 18.30 Wita hingga malam hari.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan sungai yang meluap bersamaan adalah Sungai Boyonga, Marisa, Meloopu, dan Bulota.
Menurut Sutopo, beberapa fasilitas umum dan infrastruktur, seperti rumah sakit umum daerah, puskesmas, dan kantor, terendam banjir. “Jalan dan jembatan juga mengalami kerusakan, ditambah sebagian besar sawah rusak,” ucapnya, Rabu (26/10/2016), dilansir tempo.co.
Berdasarkan pendataan, sekitar 1.500 rumah terendam banjir setinggi 50-100 sentimeter dan warga terdampak mengungsi ke Gedung Kasmas dekat kantor Bupati Gorontalo.
Sementara itu BPBD Gorontalo mencatat hingga kini ada 94 kepala keluarga di Kecamatan Tolangohula mengungsi.
Untuk penanggulangan, BNPB mengerahkan BPBD Kabupaten Gorontalo yang dibantu TNI, kepolisian, dan dinas terkait ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan pendataan, mendirikan dapur umum, serta memberi bantuan logistik berupa makanan siap saji.
Atas musibah tersebut, Bupati Kabupaten Gorontalo sudah menetapkan status tanggap darurat sejak tadi malam. Kebutuhan yang mendesak antara lain tikar, matras, selimut, dan makanan. Sementara ini, pendataan masih dilakukan.




