Lulusan S2 Ini Berhenti Jadi Dosen dan Memilih Jual Risoles

JUAL RISOL- Lulusan S2 ini berhenti menjadi dosen demi jual risol. Foto: Klik Positif

PADANG PANJANG – Berjualan Risoles lebih menggoda dari pada menjadi dosen. Agaknya inilah yang dirasakan Aulia Devi Yanti, warga Padang Panjang, Sumatera Barat Ini.

Aulia sebelumnya sudah menjadi Dosen Bahasa Indonesia di salah satu perguruan tinggi di Solok sejak 2013 lalu. Namun ketika libur, ia isi dengan menjual gorengan di depan rumahnya. Berbagai macam gorengan dijualnya, termasuk Risoles.

Ia memulai usaha dengan modal Rp200 ribu.

“Ternyata risoles ini paling banyak diminati pembeli,” ujarnya

Dari menjual Risoles, rata-rata pendapatannya sehari sekira Rp 300 ribu. Karena itulah, di bulan kedua ia berani memutuskan resign dari pekerjaannya sebagai dosen dan memilih fokus menjual risoles.

Usahanya pun tidak sia-sia, hasil penjualan dari di depan rumah yang dikumpulkannya, akhirnya mampu untuk menyewa toko yang harga sewanya Rp600 ribu per-bulan.

Selain di toko, ia juga menyewa tempat di pasar dan menjual langsung dagangannya setiap ada acara di Gelanggang Olah Raga Padang Panjang.

Aulia mengaku belajar membuat risoles secara otodidak lewat internet. Butuh waktu 6 bulan baginya sampai menghasilkan produk yang pas dan tidak mengalami kesalahan (error) lagi. Perlahan-lahan ia mulai merekrut karyawan dan mengembangkan risolesnya ke dalam beberapa varian.

Pada 2014, ia membuka restoran dengan merk “Risoles Kamboja” di Padang Panjang yang menawarkan berbagai varian risoles serta beberapa menu lainnya. Pada tahun yang sama ia juga membuka pabrik khusus produksi. Karyawannya makin bertambah. Hingga kini ia punya 15 karyawan yang membantunya di pabrik dan resto.

Seperti dikutip KBK dari Klik Positive, kini hasil produksi Aulia, berkisar 300 sampai 400 risoles per-hari tergantung permintaan dan ia sudah memiliki 6 agen yang tersebar di Padang, Pekanbaru, Bukittinggi dan Pasaman. Sukses!

Advertisement