Dua Tahun ini, Angka Balita ‘Stunting’ Turun

Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek/ Foto: tabloidpendidikan.com

YOGYAKARTA – Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek mengatakan angka balita mengalami “stunting” atau kekerdilan karena kurang gizi telah turun.

Nila Moeloek mengatakan Kemenkes memberi kontribusi dalam upaya penurunan angka stunting. Salah satunya dengan pemberian makanan tambahan (PMT) sebanyak 7.376 ton bagi 738.883 balita.

Menurut dia, angka balita Indonesia yang mengalami stunting turun dari 37,2 persen pada tahun 2013 menjadi 29,6 persen pada 2015.

Rabu (26/10/2016) di Yogyakarta, Nila mengatakan jika PMT juga diberikan kepada kelompok lainnya guna mencegah terjadinya malnutrisi. PMT kepada mereka yang membutuhkan di antaranya 6.122 ton bagi 696.715 ibu hamil kekurangan energi kronis (KEK) dan 856,2 ton PMT bagi 158.550 anak sekolah.

Menurutnya stunting merupakan tantangan bagi setiap negara seiring dengan kenaikan jumlah penduduk. Karenanya pengurangan angka stunting, merupakan bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang sehat dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan sejahtera.

Stunting, kata dia, harus diperangi karena mengancam generasi Indonesia. Terlebih pada 2035 Indonesia akan mendapatkan bonus demografi. Artinya, jika generasi saat ini tidak diselamatkan maka Indonesia tidak dapat memaksimalkan manfaat bonus demografi. Demikian dilansir Antara.

Advertisement