JAKARTA – Di tengah pertempuran, Ayad menyandarkan tubuhnya di dindin hitam. Tangannya menggenggam sebuah AK-47. Tak lama kemudian ia mengambil napas dalam-dalam dan lari ke seberang jalan melewati genangan minyak yang tumpah memenuhi jalan. Ia membayangkan dirinya bak pejuang yang tengah bertempur melawan ISIS.
Ayad merupakan bocah berusia tujuh tahun, Kalashnikov nya terbuat dari karton dan setiap hari dia bermain dengan sekelompok anak-anak lain di sekitar sumur minyak yang berapi-api di kota Qayyara, Irak.
Kendati otoritas pemadam kebakaran setempat sudah memperingatkan mereka, namun gerombolan bocah itu tetap asik bermain di sekitar ladang. Perang yang berkecamuk di Irak, praktis membuat anak-anak tersebut kehilangan tempat bermain.

Pakaian, wajah dan tangan mereka ditutupi debu. Sesekali batuk terdengar dari salah satu bocah tersebut. Seperti dilansir Al-Jazeera, Rabu (02/11/16) beberapa hari terakhir wilayah Qayyara di selimuti asap hitam tebal. Penyebabnya pada tanggal 25 Agustus lalu ketika pasukan Irak menyerbu pertahanan ISIS di kota tersebut, pejuang ISIS mundur lalu meledakan 15 sumur minyak.
Sontak minyak mendidih pun dengan cepat menggenangi wilayah tempat bermain Ayad.
“ISIS sengaja meledakan sumur minyak karena mereka ingin langit menjadi hitam untuk mencegah serangan udara, tetapi mereka juga melakukannya sebagai sarana pembalasan terhadap penduduk lokal,” kata Bashir Murat penanggung jawab sumur minyak Niniwe.
Kurangnya pasokan listrik membuat Murat dan pemadam kebakaran setempat merasa kesulitan memadamkan api, pasalnya dibutuhkan listrik yang cukup guna menghidupkan pompa air berkekuatan tinggi untuk menjinakan si jago merah.
“Dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk memadamkannya,” ujar Murat.

Sejauh ini Murat bersama tim telah memadamkan enam dari 15 sumur yang terbakar namun asap bekelir hitam pekat dan jilatan lidah api masih menyala-nyala di lokasi tersebut.
Krisis yang masih berlangsung di Irak membuat keceriaan anak-anak terenggut, dengan terpakasa mereka menjadikan ladang-ladang minyak yang terbakar menjadi tempat arena bermain





