Harga Cabai di Padang Makin ‘Pedas’, Capai Rp80 Ribu per Kg

Cabe merah Foto: Ist

PADANG – Sejak tiga hari terakhir, harga komoditas cabai merah keriting di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, terus meningkat karena kurangnya pasokan.

“Kenaikan sudah mulai sejak satu bulan terakhir, hari ini harga cabai merah mencapai Rp80 ribu per kilogram. Harga ini sudah tiga hari,” kata salah seorang pedagang cabai di Pasar Raya Padang Wendy (49) di Padang, Jumat (4/11/2016).

Bahkan menurutnya sejak satu bulan lalu harga cabai merah di Padang terus naik. Pada awalnya harga cabai yakni Rp48 ribu per kilogram kemudian naik menjadi Rp60 ribu terus menembus Rp64 ribu dan sekarang mencapai Rp80 ribu.

“Kami mendapat informasi kurangnya pasokan dari Jawa disebabkan oleh banjir yang mengakibatkan produksi cabai menurun,” tuturnya, dikutip dari Antara.

Pedagang cabai lainnya di Pasar Raya Padang Ilma juga mengatakan hal senada yakni satu bulan terakhir harga cabai terus merangkak naik yang menyebabkan pembeli mengurangi jumlah pembelian.

“Karena harga mahal, pembeli banyak yang mengurangi pembelian cabai merah tersebut, misalnya kalau biasanya mereka membeli satu kilogram, sekarang hanya setengah kilogram saja,” ujarnya.

Sementara, salah seorang pembeli cabai di Pasar Raya Padang Yulia Gustina (24) mengeluhkan tingginya harga cabai tersebut.

“Ini merupakan bahan pokok yang harus ada dan dibutuhkan, semoga ke depan pemerintah dapat mengatasi hal ini,” kata guru bimbingan belajar asal Kabupaten Agam tersebut.

Sebelumnya, Dinas Perindusterian dan Perdagangan Sumbar mengatakan tingginya harga cabai di Sumbar mencapai Rp80 ribu per kilogram disebabkan kurangnya stok pada tingkat pedagang akibat pasokan dari daerah produsen kurang dan waktu distribusi yang lama.

“Cabai kita sebagian besar dipasok dari Jawa. Sekarang di sana musim hujan. Demikian juga dengan Bengkulu. Sementara pasokan dari Medan, Sumatera Utara dipengaruhi erupsi Gunung Sinabung,” jelas Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindusterian dan Perdagangan Sumbar Zaimar.

“Kendalanya adalah faktor cuaca. Ini berada di luar kendali manusia,” tegasnya.

Namun menurutnya masih ada solusi yang bisa dilakukan yaitu dengan memangkas waktu distribusi yang biasanya cukup lama karena menggunakan kendaraan truk.

“Sekarang pasokan cabai dilakukan menggunakan pesawat udara sehingga lebih cepat. Hari ini menurut data kami, masuk pasokan cabai dari Jawa melalui udara sekitar 15 ton dan dari Bengkulu 500 kilogram. Mudah-mudahan akan berpengaruh pada harga cabai di pasaran,” katanya.

Advertisement