SAMARINDA – Pelaku ledakan Samarinda,tepatnya di halaman Gereja Oikumene, Loa Janan,Minggu 913/11/2016) menurut Kepala Polda Kalimantan Timur, Inspektur Jenderal Polisi Safaruddin, adalah anggota kelompok teroris.
“Polisi akan menyelidiki jaringan dari pelaku yang kini sudah ditangkap,” kata Safaruddin, kepada wartawan usai menjenguk korban ledakan di RSUD A Moeis, Samarinda Seberang.
Ia menambahkan jika tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polda KalimantanTimur, juga sedang bergerak menuju lokasi untuk membantu penyelidikan kasus ledakan itu.
(Baca Juga; Ledakan di Gereja Samarinda, Empat Terluka )
“Saat ini situasi sudah kondusif dan terkendali. Saya minta masyarakat untuk tenang dan melakukan aktivitas seperti biasa, karena kasusnya sudah ditangani polisi,” ujar dia.
Keempat korban luka yang masih dirawat masing-masing Intan Marbon (2,5 tahun), Triniti Hutahayan (4 tahun), Anita (4 tahun), ketiganya warga Gang Jati, Harapan Baru, Samarinda Seberang, dan Alfaro Sinaga (5 tahun) warga Aspol Km 4 Loa Janan.
Ledakan terjadi sekitar pukul 10.30 WITA, saat puluhan jemaat Gereja Oikumene sedang kebaktian sesi kedua. Terduga pelaku peledakan ditangkap warga saat berusaha melarikan diri dengan menceburkan diri ke Sungai Mahakam.
Selain mencederai sejumlah korban, ledakan bom molotov itu mengakibatkan empat unit sepeda motor, termasuk milik terduga pelaku yang ditinggalkan di halaman gereja mengalami kerusakan. Demikian dilaporkan Antara.





