MEKSIKO – Para diplomat Meksiko di Amerika Serikat (AS) mulai bersiap-siap untuk menangani jutaan imigran dari Meksiko yang tak berdokumen menyusul kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden.
Menurut keterangan Kementerian Luar Negeri, Minggu (13/11/2016), selama kampanye Trump menyebut imigran ilegal asal Meksiko sebagai “pemerkosa” dan Ia bertekad membangun tembok di sepanjang perbatasan kedua negara.
Bahkan Trump juga mengancam akan merundingkan kembali Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (North America Free Trade Agreement/NAFTA) antara Meksiko, Amerika Serikat dan Kanada.
Staf Kementerian Luar Negeri Meksiko Divisi Amerika Utara melakukan rapat bersama Menteri Luar Negeri Claudia Ruiz Massieu pada Sabtu guna “menganalisis hasil pemilihan presiden Amerika Serikat dan membahas tindakan konkret mengenai masa depan hubungan bilateral antara kedua negara” menurut pernyataan kementerian yang dikutip kantor berita AFP.
Dikutip dari Antara, rapat tersebut digelar setelah miliarder dari Partai Republik Donald Trump memenangi pemilihan presiden Selasa pekan lalu.





