JAKARTA (KBK) –Kendati rimbunan pohon buah di Jakarta telah tergantikan dengan deretan hutan beton yang menjulang tinggi, namun Mukti tak pernah putus asa menjajakan galah bambu. Sejak pagi kakek berusia 80 tahun itu sudah keluar rumah sambil memanggul belasan galah bambu berbentuk corong yang ia ikat menggunakan tali.
Jika peluh membasahi wajah, Mukti kerap beristirahat sekaligus mangkal tepat di depan kantor pajak daerah Kosambi Jakarta Barat selama beberpa menit. Usia yang tak lagi muda tak membatasi langkah Mukti berkeliling dari rumahnya di pinggir rel Rawa Buaya hingga Kosambi. Di Rawa Buaya pun Mukti hidup sebagai perantau, sebagaian keluarga Mukti tinggal di Parung Bogor.
Setelah foto Mukti sambil menunggu dagangannya diunggah ke media sosial, sontak Mukti menjadi viral. Dalam akun ketimbang ngemis Jakarta tempat foto Mukti bercokol, tak sedikit netizen yang meras iba dan ingin membeli dagangan Mukti yang dipatok harga Rp 15 ribu per buah.
Bahkan Hana Yahya salah seorang netizen mengatakan, ia kerap melihat Mukti duduk sambil melamun di depan dagangannya.
“Saya sering lihat beliau ada di dekat Superindo Kosambi. Terkadang kakek lagi melamun menunggu pembeli,” ucap Hana dalam komentarnya.





