Meski Kehilangan Satu Kaki, Kakek Ini Tetap Mencari Rezeki

Kemiskinan
Foto Dok KNJ

JAKARTA – Sungguh Mengharukan apa yang dialami oleh Subari. Di usia yang sudah renta dan cacat fisik yang dideritanya, ia harus berthan hidup menjadi pedagang balon. Warga jalan Straban, Gang Bilal, Polonia, Medan ini memang hanya memiliki satu kaki lantaran diamputasi setelah mengalami kecelakaan di tahun 2010 silam.

“Setelah kecelakaan sering sakit-sakitan dan kambuh, pada tahun 2010 kaki saya diamputasi, saya depresei, shock dan hampir bunuh diri karena kehilangan satu kaki,” ucap Suhari dalam pengakuannya kepada netizen bernama Mattia Dhel Scigilo yang diunggah ke akun facebook Ketimbang Ngemis Jakarta.

Sebelumnya kakek berusia 61 tahun ini berprovesi sebagai tukang becak. Namun karena tak mampu lagi menjalankan tugasnya ia pindah haluan dengan menjajakan mainan balon. Menurut Subari menjadi penjual mainan balon masih lebih baik ketimbang dirinya harus mengemis, setidaknya ia masih mampu berusaha dan tidak mempermalukan keluarga.

“Dulu ada yang mengajak untuk jadi minta-minta tapi saya tidak mau. Itu hanya bikin malu keluarga. toh saya jalan dan tidak mau putus asa gitu saja,” ujarnya.

Sehari-hari Suhari berjualan di Jalan DR Mansyur Medan depan kawasan Universitas Sumatera Utara (USU). Selama berjualan Suhari hanya dibantu oleh satu tongkat guna memapahnya ketika berjalan.

Ketika ditanya seputar penghasilannya yangia dapat, Suhari mengaku tak menentu. Terkadang ia hanya bisa membawa pulang uang Rp 50 ribu namun tak jarang juga ia pulang dengan tangan hampa. Kendati demikian Suhari masih bersyukur karena dirinya tetap diberikan kesehatan untuk usaha.

Subari sendiri sejatinya memiliki anak dan anak-anaknya pun melarang ia untuk berjualan, namun Subari tak menggubrisnya lantaran malu jika setiap hari harus merepotkan anak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Anak-anak sempat larang saya jualan tapi tidak saya hiraukan. Malu kalau mesti minta sama anak terus,” tutupnya

Advertisement