Gubernur Sumbar Resmikan Daya Mart Pertama di Indonesia

PADANG–Alhamdulillah setelah melalui proses yang cukup panjang, program pemberdayaan berbentuk ritel Dompet Dhuafa di Padang, minimarket Daya Mart mulai beroperasi. Ini adalah program pertama Dompet Dhuafa di bidang ritel. Oleh karena itu, merupakan bagian penting dari tonggak sejarah untuk mengenalkan program ke publik secara resmi pada Sabtu (19/11) dengan tema Grand Opening Daya Mart.

Agenda ini berlangsung dari pukul 10.00-12.00 WIB, di pelataran parkir Daya Mart Jln.Raya Ulu Gadut No. 9 Padang. Dibuka dengan Tari Pasambahan oleh siswa siswi SLB N 2 Padang menyambut kedatangan Bapak Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno.

Dalam pembukaannya, beliau menyampaikan aspirasi terhadap Daya Mart dengan gagasan cerdas cara pemberdayaan mustahik.

Beliau berharap adanya Program Daya Mart hendaknya menjadi prospek cerah bagi masa depan masyarakat miskin yang menjadi penerima manfaat program Daya Mart. Karena selain membina para mustahik untuk belajar bisnis ritel, Daya Mart juga melakukan pembinaan terhadap warung/kios/lapau yang berada di sekitar minimarket ini. Pembinaan berupa manajemen dan modal usaha dalam bentuk suplai barang dengan harga yang lebih murah. Tujuannya agar terbentuk kemandirian kolektif dalam masyarakat.

“Di hari Sabtu Siang
Daya Mart kita resmikan
Pak Ismail, selamat datang
Terimakasih, Padang diutamakan

Datang memang agak terlambat
Acara pun sudah mulai dibuka
Datang terburu sang orang hebat
Dialah Budi Syukur, di Kadin jadi ketua

Nampak kurus tanda dia bekerja
Jadi PLT ketua di KONI Sumbar
Walau sibuk, Porprov akan dibuka
Pak Syaiful tetap hadir, saat acara digelar

Pedas Pedas cabe rawit
Walau kecil, punya mimpi besar
Buat Daya Mart, taklah dikarbit
Musfi Yendra, atifis berjiwa tegar

Banyak tamu yang hadir disini
Tanda bukti didukung para tamu
Kami tetap memberi apresiasi
Walau tak sempat sebut satu persatu

Nyaman memakai batik semar.
Bahannya lunak bukanlah satin.
Selamat kepada pengurus daya mart.
Semoga bermanfaat bagi yang lain.

Mondar-mandir kamar ke kamar.
Anak melihat jadi ketawa.
Banyak minimarket yang bernama mart.
Tapi daya mart minimarketnya istimewa.

Ular sanca lari ke rawa.
Dalamnya air tidak seberapa.
Makanya daya mart jadi istimewa.
Karena manfaatnya utk kaum dhuafa.

Gurih dagingnya si ikan tuna.
Daging yang usang jangan terkecoh.
Di Indonesia, Padang yang perdana.
Daya mart Padang menjadi contoh.

Hati-hati jalanan licin.
Bawa kendaraan elok melambat.
Untungnya untuk orang miskin.
Biar terangkat derajat dan martabat.

Orang miskin dapat kartu
Kalau belanja dapat potongan
Daya Mart memang perlu ditiru
Karena Dhuafa dapat keuntungan

Teringat kecil bermain gasing.
Selalu ceria tak pernah muram.
Produk pun standar harga bersaing.
Tidak menjual produk yang haram.

Jangan berharap kalau tak mungkin.
Menghadapi masalah, segera selesaikan.
Alangkah senangnya masyarakat miskin.
Mendapat bagian dan juga perhatian

Jangan dekati ular berbisa.
Elok jauhi hewan lipan.
Ini gerakan yang luar biasa.
Karena manfaatnya untuk masa depan.

Hujan pagi di hari selasa.
Rencana disusun untuk berjumpa.
Konsep minimarket yang luar biasa.
Dapat untung, dan berbagi kepada dhuafa.

Ambil ke gulai buah kelapa.
Kelapa tua tidak merata.
Tingkatkan perhatian ke kaum dhuafa.
Biar mereka sama dengan kita.

Air tak mengalir bocornya pipa.
Pipa bocor sebesar paha.
Jangan singkirkan kaum dhuafa.
Berikan kesempatan untuk bekerja dan berusaha.

Daya Mart bergaya koperasi
Dari kita, untuk dan oleh kita
Untung didapat, bersama dibagi
Kaum dhuafa pun dibina

Nagari pariangan di tanah datar.
Nagari terindah yang mulai langka.
Jangan biarkan Dhuafa terlantar.
Mari berbagi untuk mereka.

Daya Mart, perlu diapresiasi
Kerja sekali tapi dapat dua
Kita Belanja sambil berbagi
Kita ada, memang untuk bersama

Kemarin Minang Mart, Daya Mart kini
Mari bersama untuk bersinergi
Belilah barang dengan konsolidasi
Insya Allah yakin, kita tak kan rugi

Ambil peci ambillah kain.
Baju koko janganlah lupa.
Buatlah Daya Mart yang lain.
Agar banyak manfaat utk dhuafa.

Daya mart untungnya bersih.
Untung sedikit tidak apa-apa.
Cukup sekian dan terima kasih.
Mari berbagi dengan kaum dhuafa.”

Begitu bunyi pantun yang disampaikan beliau pada sambutannya.

Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika, H. Ismail A. Said, bersama Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno. Serta menghadirkan tokoh masyarakat penerima manfaat, dan tamu undangan dari kalangan mitra dan donatur Dompet Dhuafa.

Tujuan kegiatan ini selain sebagai isyarat kepada publik bahwa program minimarket telah berjalan secara resmi, Dompet Dhuafa juga hendak mengenalkan model program ritel, internalisasi program sebagai wujud memandirikan masyarakat miskin, juga bentuk pertanggungjawaban  dana pendayagunaan Dompet Dhuafa.

“Dompet Dhuafa sebagai lembaga filantropi menggagas model program pemberdayaan berbasis minimarket. Output dari program ini adalah upaya memandirikan masyarakat mustahik. Konsepnya bukan bisnis murni, tapi sosial bisnis, dimana minimarket didirikan dan menjadikan masyarakat miskin sebagai pemiliknya. Keuntungan usaha minmarket ini juga disalurkan untuk membantu masyarakat miskin, memberikan diskon belanja kepada mustahik, memberikan modal usaha kepada warung kecil di sekitar Daya Mart serta menampung produk UMKM,” tutur Musfi.

Imbuh Musfi, program ini bukan sekedar mendirikan minimarket kemudian diserahkan ke masyarakat miskin. Jika begitu tentu tak akan berkembang atau bisa bangkrut. Karena perkembangan usaha apapun tergantung manajemen dan sistem.

Dalam proses pendirian Dompet Dhuafa bekerjasama dengan konsultan ritel. Usaha sosial ini dijalankan dan didampingi tenaga profesional. Karyawan yang bekerja adalah mustahik yang dilatih manajemen, sistem IT, marketing dan kerja tim.

“Dengan berbelanja di Daya Mart masyarakat ikut berbagi antar sesama karena keuntungannya disalurkan kepada kaum dhuafa,” bubuh Musfi.

Program inipun menjadi percontohan secara nasional. Nama Daya Mart, bertujuan agar kemudian masyarakat mustahik bisa berdaya dan mandiri melalui program ini.

“Harga pokok yang ditawarkan Daya Mart lebih murah dibanding membeli barang-barang di pasar, sehingga kami keluarga pemilik warung kecil dapat terbantu karena masih bisa menjual dengan harga standar namun tetap dapat laba penjualan,” ungkap salah satu penerima manfaat binaan Daya Mart, Bapak H. Judar. (nisa)

Advertisement