PURWOKERTO – Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait meminta aparat keamanan untuk melaksanakan program deradikalisasi agar tidak ada lagi peledakan yang mengorbankan anak-anak.
“Supaya tidak menjadi korban anak-anaknya, program deradikalisasi harus dilakukan, tidak lagi melayani informasi yang membangun penistaan, membangun kekerasan kebencian. saya kira ini sudah harus dihentikan karena anak-anak yang menjadi korban,” ujarnya usai mengisi Seminar Nasional Anak, Perempuan dan Perubahan Sosial di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Senin (21/11/2016).
Menurutnya langkah tlersebut merupakan bagian dari peningkatan fungsi intelijen negara dengan mengevaluasi program-program deradikalisasi terhadap orang-orang yang sudah menjalani dan mengakui kesalahannya dan sudah menjalani pemidanaan.
“Dan ini (program deradikalisasi) nampaknya tidak termonitor dengan baik,” ujarnya.
Dilanjutkannya, dalam perspektif perlindungan anak peristiwa Bom Samarinda merupakan tindakan yang sangat biadab dan merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan yang harus dikutuk dan harus dihentikan.
“Apa pun perbedaan pandangan politik kita, cara kita mengimplementasikan niatan kita terhadap apa yang kita mau. Jangan korbankan anak-anak, karena anak-anak apalagi ini semua kan balita semua. Bayangkan anak balita yang tidak tahu apa-apa, dia harus meregang nyawa sia-sia dan tidak tahu apa yang terjadi dan menderita begitu amat luar biasa sepanjang hidupnya,” ucapnya, dikutip dari merdeka.com.
Fakta pengeboman yang dilakukan di rumah ibadah, akan menjadi soal dalam proses terapi penyembuhan korban yang masih anak-anak.
“Bagaimana dia (korban) bisa menerima itu sebagai bagian dari hanya sekedar kecelakaan biasa. Tetapi, itu ternyata dilakukan secara sengaja dan dipasang dilempar dan dilakukan di rumah ibadah dan itu yang sulit dibangun terapinya bagi anak-anak korban,” ujarnya.
“Perampasan terhadap kemerdekaan dan hak hidup anak dengan cara pemaksaan lewat peledakan bom yang sangat menyakitkan. Bom itu fakta yang tidak bisa dipungkiri mengorbankan anak-anak kita. Oleh karena itu, berhentilah melakukan kejahatan terhadap anak, berhentilah melibatkan anak-anak baik itu dalam gerakan-gerakan kepentingan politik dan keyakinan,” tegasnya.





