2 Ribu Pengungsi Bentrok dengan Polisi Bulgaria

Polisi dan pengungsi terlibat bentrok di Bulgaria / AFP

HARMANLI—Ribuan pengungsi yang menempati kamp pengungsi terbesar di kota Harmanli, Bulgaria terlibat bentrok dengan polisi dan aparat kemanan dalam sebuah aksi unjuk rasa. Banyak fasilitas publik yang rusak dan dibakar. Kota ini berada di selatan Bulharia yang berbatasan dengan Turki.

Dilansir Russian Today, Kamp Harmanli menampung sekira 3 ribuan pengungsi. Sebagian besarnya berasal dari Afghanistan. Pemerintah pun mengerahkan 250 polisi, petugas pemadam kebakaran dan pasukan antihuru-hara menghadapi pengungsi.  Demikian dilaporkan juru bicara kepolisian setempat Nina Nikolova kepada AFP.

Mereka menyemprotkan meriam air dan dibalas dengan lemparan batu dan benda-benda tumpul lainnya. Pengunjuk rasa  juga membakar ban mobil, dan melemparkan kasur dan perlngkapan tidur yang ada di kamp ke jalanan.

Belum ada laporan korban jiwa maupun luka dari kedua pihak. Kepolisian juga tidak menahan demonstran yang rusuh. “Negosiasi antara otoritas dan para pengunjuk rasa tengah berlangsung,” tambah Nina.

Unjuk rasa berujung rusuh ini dipicu karena langkah pemerintah yang mengisolir pengungsi karena isu wabah penyakit. Langkah ini diambil karena pemerintah setempat mendapat banyak laporan bahwa pengungsi banyak yang menularkan penyakit kulit.

Advertisement