PEKALONGAN – Belasan desa di Pekalongan telah dipetakan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menjadi rawan longsor seiring peningkatan curah hujan relatif tinggi yang melanda sejumlah wilayah di daerah itu.
Pelaksana Tugas Camat Kandangserang, Ilyas Setiono di Pekalongan, Jumat, mengatakan bahwa hujan deras yang melanda di sejumlah wilayah desa selama dua hari terakhir ini telah mengakibatkan longsor dan amblesnya jalan di Desa Kandangserang.
“Sekitar 14 desa masuk dalam wilayah potensi longsor. Oleh karena, kami mengimbau warga tetap menjaga keawaspadaannya terhadap bencana itu,” katanya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Bambang Sujadmiko di Pekalongan, mengatakan BPBD memprediksi curah hujan akan terus meningkat pada Desember 2016 dan puncaknya pada Januari 2017.
“Oleh karena, kami mengimbau pada warga lebih waspada, khususnya mereka yang berada di wilayah rawan bencana karena curah hujan akan terus meningkat,” katanya.
Selain 14 wilayah rawan bencana longsor, menurut dia, ada delapan kecamatan yang berpotensi longsor, yaitu Kecamatan Doro, Kandangserang, Petungkriono, Paninggaran, Karanganyar, Kesesi, Kajen, dan Lebakbarang.
Adapun, kata dia, wilayah rawan banjir antara lain Kecamatan Kedungwuni dan Buaran.
Ia mengatakan bagi warga yang berada di wilayah atas agar senantiasa waspada apabila terjadi retakan tanah karena hal itu dapat menimbulkan longsor.
“Kami mengimbau pada warga yang mengentahui adanya retakan tanah agar ditutup dengan tanah liat agar saat hujan turun air tidak membebani tanah yang natinya bisa menimbulkan longsor,” katanya, dikutip dari Antara.





