Warga Cisolok Sukabumi Waspada Bencana Pergerakan Tanah

ilustrasi tanah gerak

SUKABUMI – Puluhan rumah di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi terancam bencana pergerakan tanah setelah hujan deras melanda, pada Sabtu (3/12/2016) kemarin.

‘’Pergeseran tanah terjadi di Kampung Cijanti RT 02 RW 04 Desa Pasirbaru, Kecamatan Cisolok,’’ terang Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Irwan Fajar kepada Republika Ahad (4/12/2016).

Berdasarkan pendataan, 25 unit rumah yang terancam. Puluhan rumah tersebut dihuni 31 kepala keluarga (KK) atau 87 jiwa. Bencana tersebut terjadi Sabtu pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Menurut Irwan, warga di sekitar lokasi pergerakan bencana telah dihimbau untuk waspada menghadapi bencana.

Atau mereka diimbau untuk mengungsi ke tempat lain yang lebih aman untuk sementara waktu. Informasi yang diperoleh dari puluhan KK tersebut baru ada sekitar empat kepala keluarga yang telah mengungsi ke rumah saudara terkenat.

Irwan melanjutkan, sarana jalan di Kecamatan Cisolok juga diterjang longsor. Tepatnya di jalan desa penghubung antara Desa Pasirbaru dengan Desa Caringin yang amblas denga panjang sekitar 50 meter dan lebar 2, 5 meter. Dampaknya, lanjut Irwan, untuk sementara kendaraan roda empat tidak bisa lewat dan hanya bisa dilalui sepeda motor.

Sebelumnya, bencana pergerakan tanah melanda Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Peristiwa tersebut mengancam puluhan unit rumah warga yang dihuni oleh ratusan warga. Pergerakan tanah ini tepatnya terjadi di Kampung Jelegong RT 03 RW 05 Desa Cibatu Kecamatan Cikembar.

Terdapat sejumlah retakan pada tanah dan sebagian dinding rumah penduduk. ‘’Sudah dicek ke lokasi dan benar terjadi pergerakan tanah,’’ terang Irwan. Dari hasil pendataan di lapangan terdapat 58 unit bangunan yang ditempati 65 kepala keluarga (KK) atau setara 185 jiwa yang terancam pergerakan tanah.

Advertisement